Minggu, 15 Januari 2012

Eyes of Sukses


"Seorang yang penuh syukur akan berterimakasih dalam segala situasi. Seorang pengeluh akan tetap mengeluh sekalipun ia hidup di dalam surga"
Anonim
Jika sahabat saya, Bapak 'Chef' Timoteus Talip telah memaparkan artikel melalui "Salad"-nya yang begitu mengagumkan, juga Bapak Paulus Winarto yang telah mengupas habis tentang kesuksesan, maka saya akan mem-binding racikan sahabat-sahabat saya tersebut dan mengupasnya dengan menengok ke dalam diri Anda.
Suatu hari saya berniat pergi ke sebuah kantor dengan menggunakan taxi. Tidak lama kemudian taxi tersebut terhenti di persimpangan lampu merah. Saat itu cuaca sangat panas, namun tiba-tiba saya merinding; bukan karena saya melihat hantu, tetapi justru karena saya melihat seorang bapak tua yang berdiri tegar berjalan dengan satu kaki yang di bantu tongkat penyangga separuh tubuhnya yang  terkena stroke dan tangan kirinya membawa kacang goreng yang ditawarkan di sepanjang lampu merah tersebut. saya terus mengamatinya dari jauh hingga hampir mendekat dimana taxi saya berhenti. Cuaca tak bersahabat yang membakar kulit tak menyurutkan bapak tua itu untuk terus mencari uang walaupun dari deretan mobil paling depan tidak ada satupun yang membeli barang dagangannya.
Di lain kesempatan saya pernah menyaksikan ada seorang buta yang berjualan krupuk di sekitar lampu merah di tempat yang sama saat saya melihat penjual kacang goreng tadi. Memang saya pernah mendengar dari orang sekitar kalau ada seorang yang berjualan krupuk namun cacat. Dan tahukah Anda bagaimana ia memulai aktivitasnya? Tanpa bantuan dari siapapun, ia mulai berjualan ditemani tongkat tua yang menuntunnya di sepanjang jalan yang sangat terik itu tanpa mengeluh.
Apa perasaan saya ketika melihat kedua orang itu? Jujur, saya pribadi malu ketika saya yang dalam kondisi lebih baik dari mereka terkadang justru bersikap tidak sesempurna mereka. Mereka adalah petarung yang sebenarnya. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang petarung sejati adalah mengakui keadaan dirinya sendiri.
Moral cerita yang ingin saya katakan adalah apakah yang akan Anda lakukan terhadap diri Anda yang sempurna ini? Maukah Anda mengakui bahwa tubuh Anda yang sempurna adalah tidak sempurna? Dewasa ini dalam keadaan yang semakin sulit, mungkin saja ada orang yang malu mengakui kekurangannya, tapi bagaimana dengan Anda? Pengalaman ini merupakan sebuah cermin bagi siapa saja termasuk saya karena saya pun mengalami keterpurukan. Banyak cibiran, perendahan, dan bahkan penghinaan yang saya terima dahulu. Namun semua bentuk hinaan itu justru membakar jiwa saya untuk mengeluarkan potensi terbaik dengan bekerja keras dan ketekunan itu telah merubah segalanya. Sukses juga memiliki mata sekalipun ia tidak memiliki mata secara harafiah. Seperti dua orang luar biasa yang saya uraikan di atas, keterbatasannya bukan merupakan pembatas baginya untuk terus berkarya dalam ketidakpastian dunia ini. Apa yang mereka lakukan untuk terus berjuang habis-habisan senada dengan 6 kunci produktifitas dari Brian Tracy.
1. Kerja keras.
Penjual kerupuk dan kacang goreng telah melakukan sebuah kebiasaan brilliant yang tidak semua orang sadari dan lakukan yakni kerja keras. Percayakah Anda jika merekapun membutuhkan waktu untuk membangun kebiasaan mereka untuk bekerja keras? Anda harus percaya karena tidak ada sesuatu yang sifatnya kebetulan. Air hujan pun tidak pernah turun secara kebetulan bukan?
2. Bekerja dengan cepat.
Banyak dari kita bereaksi sangat lambat atau bahkan tidak bereaksi sama sekali terhadap peluang yang sangat besar yang berada dihadapan kita. Mungkin Anda menganggap saya bercanda, tapi tunggu dulu saya akan berikan bukti kepada Anda dengan beberapa pertanyaan dan kemudian Anda jawab. Berapa banyak orang yang Anda bantu ketika Anda di minta bantuan oleh orang lain? Saya tidak mengatakan kalau Anda tidak mau membantu, tapi kenyataan yang ada adalah kebanyakan reaksi spontan yang sangat cepat terjadi untuk menolak entah dengan berbagai cara. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kedua penjual itu. Mereka menyadari bahwa keterbatasannya memaksa mereka untuk bekerja lebih cepat dan lebih keras dari orang yang memiliki fisik normal, karena jika tidak maka mereka tidak bisa bertahan hidup.
3. Bekerja dengan cerdas.
Banyak orang rata-rata sibuk atau bahkan menyibukkan diri mereka agar tampak seolah mereka benar-benar sibuk. Sadarkah Anda bahwa apa yang mereka sedang lakukan adalah membunuh diri mereka secara perlahan tanpa mereka sadari. Benjamin Tregoe menuliskan bahwa "Penggunaan waktu yang sangat buruk adalah melakukan dengan baik sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan". Kedua petarung jalanan diatas menyadari sepenuhnya bahwa penggunaan waktu untuk bekerja dengan cerdas adalah kunci mendapatkan uang. 
4. Bekerja dengan kekuatan Anda.
Tahukah Anda dimanakah kekuatan sejati Anda terlihat? Kekuatan sejati Anda yang sebenarnya terlihat justru dalam keadaan-keadaan yang kritis. Kita yang memiliki tubuh normal seringkali tidak mengetahui kekuatan besar yang ada didalam diri. Apakah mudah bagi seorang yang tidak mampu melihat untuk berjualan dijalanan? Apakah mudah bagi seorang tua yang terkena stroke untuk berjualan kacang goreng? Tidak mudah bukan? Mereka bekerja dengan kekuatan mereka sendiri dengan memulai melangkah seberat apapun demi kelangsungan hidup mereka. Kekuatan mereka telah memungkinkan mereka untuk bekerja dan melakukan sesuatu lebih cepat dan baik ketika merespon pembeli. Semakin banyak waktu yang Anda gunakan untuk melakukan sesuatu, Anda akan semakin baik dalam melakukan aktivitas tersebut.
5. Bekerja dengan lebih efisien.
Percayakah Anda jika kedua penjual jalanan yang saya uraikan itu benar-benar melakukan sesuatu yang mencengangkan? Banyak penjual asongan di jalan tidak melakukannya. Kebanyakan mereka berjualan pada jam-jam sibuk atau saat istirahat kantor. Namun justru apa yang dilakukan kedua penjual ini justru berjualan disaat yang sebaliknya karena pada jam-jam sibuk para pengguna jalan berfokus kepada tujuannya agar mereka dapat sampai dengan segera sedangkan pada situasi biasa sangat memungkinkan pengguna jalan untuk lebih memperhatikan keadaan disekitarnya sehingga memungkinkan produk mereka di beli. Disini, penjual jalanan itu telah membuktikan bahwa kerja cerdas dan efisien jauh lebih mendatangkan keuntungan.
6. Bekerja lebih baik.
"If better is possible, Good is not enough", tentu Anda tidak asing dengan sebuah pepatah klasik yang sarat makna ini. Pepatah tersebut menekankan dengan jelas, jika Anda melakukan sesuatu dengan baik saja itu tidaklah cukup karena kompetitor Anda melakukan sesuatu yang jauh lebih dahsyat dari apa yang Anda lakukan. Seorang Bapak penjual kacang goreng dan penjual krupuk juga mengalami kompetisi yang serupa dan bahkan lebih keras karena keadaan mereka. Mereka bersaing justru dengan orang-orang yang normal secara fisik dan harus bekerja lebih baik. 
Dr. Victor Frankl mengatakan terdapat empat kelompok pekerjaan yang dapat Anda lakukan. Pertama, pekerjaan yang sulit untuk di pelajari dan sulit untuk dilakukan; kedua, pekerjaan yang sulit untuk dipelajari namun mudah untuk dilakukan; ketiga, pekerjaan yang mudah untuk dipelajari namun sulit dilakukan, dan yang terakhir keempat adalah pekerjaan yang mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dilakukan. 
Dari keempat kelompok pekerjaan diatas, Anda tentu dapat menilai berada di manakah keberadaan Anda saat ini dan Anda mengerti kelompok pekerjaan yang mana yang menghasilkan sesuatu yang spektakuler? Ya, Anda benar. Anda harus mengambil pekerjaan yang sulit bahkan yang sangat sulit untuk dilakukan karena pasti kelompok pekerjaan ini sangat dijauhi oleh kebanyakan orang. Seperti ungkapan seorang John F Kennedy ketika melontarkan ide luar biasa mendaratkan manusia ke bulan dan membawanya kembali dengan selamat ke bumi bahwa "Ia melakukannya justru bukan karena hal itu mudah, tetapi justru karena hal ini sangat sulit".
Semoga bermanfaat.
Salam Achiever!!! Dengan semangat I Believe I Can Fly!
Artikel oleh : Davit Setiawan (Penulis Buku I Believe I Can Fly dan Co-Author Bapak Darmadi Darmawangsa, M.Sc., C.Eng.).

Hadiah Cinta | Kisah Inspiratif Untuk Remaja

Cerita inspirasi untuk Remaja: Hadiah CintaPara penumpang di bus menyaksikan dengan simpati kepada seorang wanita muda yang cantik dengan tongkat putih berjalan dengan hati-hati menaiki tangga. 
Dia membayar sopir bus, lalu dengan menggunakan tangannya untuk merasakan lokasi kursi, berjalan menyusuri lorong dan menemukan kursi yang telah ditemukannya kosong.
 Kemudian dia duduk, menempatkan tas di pangkuan dan menyandarkan tongkatnya di kakinya.

Sudah setahun sejak Safiyah, tiga puluh empat tahun, menjadi buta. Karena salah diagnosa medis ia telah dianggap buta, dan dia tiba-tiba terlempar ke dunia kegelapan, kemarahan frustrasi, dan mengasihani diri sendiri.
 Setelah wanita yang sangat percaya diri, Safiyah sekarang merasa dikutuk oleh nasib mengerikan memutar untuk menjadi beban, tak berdaya tak berdaya semua orang di sekelilingnya.

"Bagaimana ini bisa terjadi padaku?" dia bertanya, hatinya mengeras karena marah. Tapi tak peduli betapa ia menangis atau gembar-gembor, dia tahu kebenaran yang menyakitkan penglihatannya tidak pernah akan kembali. Depresi mematahkan semangat Safiyah yang tadinya selalu optimis. Hanya melalui setiap hari dalam frustrasi dan kelelahan. Dan semua ia harus berpegang teguh kepada suaminya Meraj.
Meraj adalah seorang perwira Angkatan Udara dan dia mencintai Safiyah dengan semua hatinya.Ketika ia pertama kali kehilangan penglihatannya, ia melihat dirinya tenggelam dalam keputusasaan dan bertekad untuk membantu istrinya memperoleh kekuatan dan percaya diri yang dibutuhkan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang militer Meraj yang membuatnya terlatih untuk menghadapi situasi yang sensitif, namun dia tahu ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.

Akhirnya, Safiya merasa siap untuk kembali ke pekerjaan, tapi bagaimana dia akan sampai di sana?Dia digunakan untuk naik bus, tetapi sekarang dia takut untuk berkeliling kota sendirian. Meraj menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari untuk bekerja, meskipun mereka bekerja dari ujung ke ujung kota.

Pada awalnya, ini bisa menghibur dan memenuhi kebutuhan Safiyah, Meraj untuk melindungi istrinya, yang buta  yang begitu yakin akan bisa melakukan sendiri. bagaimanapun, Meraj menyadari bahwa itu tidak berlangsung lama, karena waktunya yang tidak ada dan mahalnya biaya. 
Safiya harus berani mulai naik bus sendiri, ia mengakui pada dirinya sendiri. Tetapi hanya memikirkan saja sudah membuatnya ngeri. Dia masih begitu rapuh, sangat marah. Bagaimana dia bereaksi?

Sama seperti Meraj diprediksi, Safiyah merasa ngeri mendengar gagasan untuk naik bus sendiri. "Aku buta!" dia menanggapi pahit. "Bagaimana aku bisa tahu ke mana Aku pergi? Aku merasa seperti Anda meninggalkan saya."

Jantung Meraj seperti pecah mendengar kata-kata, tapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Meraj berjanji kepada Safiya bahwa setiap pagi dan sore, ia akan diantar naik bus bersamanya, selama masih diperlukan, sampai ia bisa naik sendiri.
 Dan itulah yang terjadi. Selama dua minggu penuh, Meraj, berseragam militer, disertai Safiyah ke dan dari tempat kerja setiap hari. Meraj mengajarinya bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menentukan di mana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Meraj membantunya berteman dengan sopir bus yang bisa diwaspadai dan menyimpan kursi nya.Meraj membuatnya tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Safiyah tersandung saat keluar bis atau menjatuhkan tasnya. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama dan Meraj akan naik taksi kembali ke kantornya. Meskipun rutinitas ini bahkan lebih mahal dan melelahkan daripada yang sebelumnya, Meraj tahu itu hanya masalah waktu sebelum Safiyah akan bisa naik bus sendiri. Meraj percaya dalam dirinya, di Safiyah ia digunakan untuk mengetahui sebelum ia akan kehilangan penglihatannya, yang tidak takut tantangan apapun dan yang tidak pernah akan pernah berhenti.

Kisah cintaAkhirnya, Safiya memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu sendiri. Senin pagi tiba, dan sebelum dia pergi, dia melingkarkan lengannya di Meraj, sang pendamping, suaminya, dan temannya yang terbaiknya
. Matanya penuh dengan air mata syukur atas kesetiaannya, kesabarannya, kasih-Nya. Safiya mengatakan selamat tinggal, dan untuk kali pertama, mereka berpisah.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis ... Setiap hari pergi sendiri sempurna dan Safiyah tidak pernah merasa lebih baik. Safiya adalah melakukannya! Dia akan bekerja sendirian!
Pada Jumat pagi, Safiyah naik bis untuk bekerja seperti biasa. Ketika dia membayar ongkos nya untuk keluar bus, sopir itu berkata, "Nona, saya sangat iri padamu. "
Safiya adalah tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Setelah semua, yang di bumi yang bisa iri pada seorang wanita buta yang telah berjuang hanya untuk menemukan keberanian untuk hidup selama setahun terakhir? Penasaran, ia bertanya pada sopir, "Mengapa Anda mengatakan bahwa Anda iri padaku?"
Sopir menjawab, "Ada seseorang yang sangat baik menjaga dan melindungi  Anda."
Safiya tidak tahu apa driver itu berbicara tentang, dan bertanya lagi, "Apa maksudmu?"
Sopir menjawab, "Anda tahu, setiap pagi selama seminggu terakhir, seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut melihat Anda ketika Anda turun dari bus . Memastikan Anda menyeberang jalan dengan aman dan ia melihat Anda sampai Anda masuk ke gedung kantor Anda. Kemudian dia meniupkan ciuman, memberi hormat Anda sedikit dan berjalan pergi, Anda adalah salah satu wanita yang beruntung.. "
Air mata kebahagiaan dituangkan ke pipi Safiyah itu. Karena meskipun secara fisik dia tidak bisa melihatnya, dia selalu merasakan kehadiran Meraj itu. Safiya adalah beruntung, sangat beruntung, karena ia telah memberinya hadiah yang lebih kuat daripada penglihatan, hadiah dia tidak perlu melihat untuk percaya - Hadiah Cinta yang dapat membawa cahaya di mana telah ada kegelapan ...
Tentunya Al- Qur'an mengatakan: "Orang-orang Percaya, pria dan wanita, adalah pelindung salah satu dari yang lain: mereka melarang apa yang adil, dan melarang apa yang jahat:. Mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya Di mereka akan Allah mencurahkan rahmat-Nya: Sesungguhnya Allah Ta'ala dalam kekuasaan,Maha Bijaksana ". Taubah (9:71)Cinta dalam Islam

Senin, 19 Desember 2011

AWAL MERAIH KEKAYAAN


Kaya? Siapa yang tidak ingin kaya. Kaya baik kaya materi maupun kaya rohani. Rohani ataupun materi sama perlunya. Kaya yang diberkati merupakan salah satu impian saya. Bagaimana dengan Pemirsa? Enak sekali hidup jadi orang kaya. Yokk… sama-sama membayangkan nikmatnya hidup jadi orang kaya. Punya rumah besar, luas dan nyaman. Ruangan lega, ada tamannya, ada tempat bermain di halaman depan atau belakang. Kamar tidurnya luas, ruang keluarga, ruang tamu besar. Wowww… asyik sekali pemirsa… Ooppss…. tentunya saya berharap tidak ada yang tidak suka untuk jadi orang kaya. Tidak ada yang bilang seperti ini : “Pak , saya gak mau jadi orang kaya, banyak orang kaya itu gak bahagia hidupnya… Ya, betul juga, ada orang kaya yang tidak bahagia hidupnya. Tapi banyak juga orang kaya yang bahagia hidupnya.. Ada org miskin yg bahagia hidupnya, namun banyak juga orang miskin yang hidupnya gak bahagia. Nah, jauh lebih enak kaya bahagia, daripada miskin bahagia. Setuju gak nich?Yangg setuju lanjut baca… Yang gak setuju, coba baca..
<!–more–> Apakah pemirsa merupakan orang yang ingin kaya bahagia? Nah, bila sekarang masih miskin, beruntunglah, karena orang2 kaya sekarang adalah orang2 miskin dulunya. Jadi orang miskin punya kesempatan juga untuk jadi kaya. Bagaimana caranya?? Satu cara yang saya pelajari dari orang-orang kaya (yang dulunya miskin) adalah, Bosan Miskin. Ya, Banyak orang miskin gak kaya2, karena gak bosan miskin. Ibarat mereka bosan makan nasi goreng, tapi tetap juga makan nasi goreng. Kalo bosan miskin, stop jadi orang miskin. Titik! Berjuang keras raih kekayaan. Katakan pada diri sendiri : “Saya tidak layak seperti ini. Saya tau kalau Tuhan menginginkan saya jauh lebih layak, bukan seperti ini yang saya inginkan dan juga Tuhan tidak menginginkan saya seperti ini.” Ya, Bosan lah miskin, naikkan standard dan tetapkanlah kalau memang itu standard pemirsa. Jadi Bosan lah miskin! Hanya orang2 yang bosan miskinlah yang akan menjadi orang2 kaya berikutnya. Miskin bukanlah untuk diucapkan selalu, tapi untuk ditinggalkan. Saya bosan miskin, karena itulah saya harus berusaha keras agar menjadi orang kaya. Saya tidak mau kehidupan miskin. Saya tau kalau saya layak dapat yang jauh lebih bagus daripada miskin. Inilah yang orang2 kaya (yang dulunya miskin juga) katakan pada diri mereka. Tuhan tidak pernah ingin umatnya miskin, baik itu miskin rohani ataupun miskin materi. Tuhan menganugerahkan udara yang berlimpah secara merata pada semua umatnya. Tuhan menginginkan saya kaya, menginginkan pemirsa juga kaya. Karena hidup akan lebih indah dan penuh arti bila kita bisa memberi, bukan hanya tenaga tapi juga harta. 
So, siapa saja yang ingin jauh lebih kaya daripada sekarang?
temukan aneka gadget, laptop, pc, tablet dll harga murah di sini

KISAH SUKSES , TAUFIK, PROFESOR YANG JADI FAVORIT MAHASISWANYA DI AS

Kemunculannya di cover majalah EeWeb September 2011 memancing rasa penasaran. Takbiasanya orang Indonesia muncul di cover majalah Amerika Serikat dan mendapat peliputan dalam topik utama “Interview”. Tak sembarang orang yang bisa mendapat kesempatan tersebut. Namun itulah yang didapat Prof. Taufik, pria kelahiran Jakarta, 13 September 1969.
Taufik kini mengajar di California State Polytechnic, AS, dan menjadi profesor di sana. Dalam profilnya di universitas itu, tampak bahwa ia memang bukan orang sembarangan. Dalam daftar penghargaan yang pernah ia terima terdapat 33 awards dari berbagai kategori. Dari sana juga bisa dilihat, Taufik tak hanya seorang profesor muda yang dari keilmuannya diakui, tetapi juga ‘gaul’ dan disukai para mahasiswanya. Lihat saja macam penghargaannya. Selain dinobatkan sebagaiBest Overall Professor di Cal Poly tahun2007, ia juga dianugerahi gelar sebagai Best Story Teller Professor, Most Humorous Professor, Favourite Professor, dan sebagainya.
Dalam wawancaranya di majalah tersebut, profesor bidang elektronik yang juga direktur di Electric Power Institute, AS, itu menyebutkan bahwa kesukaannya pada bidang ini dialami sejak SMA di Jakarta. Pada saat itulah, lelaki yang menjadi pelajar terbaik SMA di angkatannya itu, mulai mengenal circuit elektronik. “Dari sinilah saya mengenaldan tertarik ke bidang rekayasa (engineering),” katanya. Kecintaannya pada bidang ini makin kuat ketika ia kuliah di AS.
Taufik menamatkan sekolahnya di SMAN 13 Jakarta pada tahun 1989. Setelah itu mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk melanjutkan sekolah di Nothern Arizona University. “Alhamdulillah inilah kesempatan pertama saya belajar di luar negeri,” kata Taufik, seperti ditulis Kabarinews.com. Tahun 1993 gelar Bachelor in Science pun ia raih dengan predikat Cum Laude. Ia mengambil bidang Computer Science di jurusan Electrical Engineering di universitas itu.
Tanggung karena sudah berada di AS dan sayang jika buru-buru pulang, Taufik melanjutkan sekolah lagi ke jenjang S2 dan S3. S2-nya ia ambil di University Illinois of Chicago, juga melalui program beasiswa. Ia meraih gelar Master pada tahun 1995 di bidang Electrical Engineering. Lalu S3-nya ia ambil diCleveland State University dan meraih gelar Doktor pada tahun 1999.
Selama mengejar gelar Doktor, Taufik bekerja sebagai konsultan teknik di beberapa perusahaan. Bahkan dia sempat bekerja selama satu tahun sebagai Engineer di Allen-Bradley, sebuah perusahaan besar yang bergerak dibidang automation industry. Setelah itu ia bekerja di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang engineering, antara lain di Rantec Power, San Diego Gas & Electric, dan di APD Semiconductor. Setelah itu, ia mulai mengajar di Cal Poly State University. Di universitas ini ia mengajar berbagai ilmu eletronik seperti Power Electronics Design, Modeling and Simulation of Power Converters, Control Systems, Motor Drives dan sebagainya.
Saat ini, kegiatannya adalah mengembangkan DC House (sistem pengaliran listrik ke rumah-rumah dengan metode direct current), serta mengumpulkan dana untuk bisa membangun DC House di Cal Poly dan Indonesia (tahun depan). Untuk itu, ia telah menjalin bekerja sama dengan beberapa dosen dari perguruan tinggi Indonesia.
Prestasi yang diraih Taufik di bidang elektronik sebenarnya berbeda dengan cita-citanya dulu. “Dulu saya bercita-cita jadi tentara, maklum, saya sekolah di SD yang dikelola oleh dan berlokasi di asrama Arhanud (Artileri Pertahananan Udara), jadi teman saya hampir semua anaknya tentara dan setiap hari sayamelihat tentara,” katanya, pada suatu kesempatan. Namun sesuai dengan perkembangan waktu akhirnya ia kepincut ke bidang elektronik yang membawanya menjadi profesor muda di universitas AS.
Sumber: Kabarinews, IndonesiaProud, dan Eeweb
Cari gadget dan lainnya murah dan unik di sini
Aneka jilbab koleksi terbaru harga grosir temukan di sini

Kamis, 05 Mei 2011

BETULKAH HASIL SEMINAR BERMANFAAT ?

Saya banyak membaca keluhan berkaitan dengan seminar motivasi. Entah keluhan benar atau hanya terbawa opini orang lain. Keluhan tersebut adalah: manfaat seminar motivasi hanya sesaat atau tidak bertahan lama. Betulkah? Salah siapa? Akibatnya, banyak orang yang cukup skeptis dengan seminar motivasi. Mereka menganggap bahwa seminar motivasi hanya memberikan manfaat sesaat. Akhirnya mereka malas ikut seminar. Lalu adakah seminar motivasi yang bisa memberikan manfaat yang permanen?
Sebenarnya saya setuju, bahwa motivasi dari seminar itu hanya sesaat. Serius, bahkan seminar yang saya bawakan sendiri. Bahkan saya tidak percaya jika ada seorang motivator yang mengatakan bahwa seminarnya memberikan efek yang permanen. Fungsi seminar bukan menyulap seseorang, tetapi memberikan informasi yang tepat tentang sesuatu. Selanjutnya tergantung pada orang yang menerima informasi tersebut.
Kenapa? Keimanan seseorang bisa naik dan turun (futur). Jika keimanan bisa naik atau turun, apalagi motivasi. Jadi menurut saya, jika motivasi seseorang naik turun, itu adalah hal yang wajar. Sebenarnya, banyak orang yang kecewa dengan seminar motivasi, karena harapan mereka yang berlebihan. Mereka berharap termotivasi terus secara permanen dan ternyata mereka tidak mendapatkannya.
Jika motivasi dari sebuah seminar itu hanya sesaat, apakah tetap bermanfaat?
Saya jawab: sangat bermanfaat. Saya mengikuti seminar motivasi bukan untuk mendapatkan motivasi selamanya. Namun untuk belajar bagaimana cara memotivasi diri. Sebab motivasi yang kuat adalah motivasi yang datang dari diri sendiri. Orang lain (motivator) mengajarkan bagaimana cara membangkitkan motivasi diri yang benar. Selanjutnya bagaimana kita mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi, tetaplah ikuti seminar motivasi dan aplikasikan apa yang Anda pelajari dari seminar tersebut. Saya pun terus belajar. Saya terus membeli video, ebook, buku, dan mengikuti pelatihan/seminar yang saya perlukan. Saya merasakan manfaatnya. Manfaat yang besar. Dengan catatan: saya mengaplikasikannya secara konsisten. Manfaat permanen hanya Anda dapatkan jika Anda mengaplikasikan apa yang Anda dapat dari seminar motivasi secara konsisten.(RON215)
Sumber : motivasi islami.com

Temukan koleksi sprei dan bedcover murah di cityronscollection

Selasa, 03 Mei 2011

WAKTU KITA TERBATAS



Seorang teman berkata: “Waktu memang tak terbatas – tapi waktu kita terbatas“

Terkadang kita terlalu disibukkan oleh hal-hal yang begitu remeh sehingga kita terlupa untuk segera menyelesaikan tugas besar yang sebetulnya telah menunggu kita untuk diselesaikan. Coba Anda audit lagi apa yang telah Anda lakukan dalam 1 (satu) bulan ini, mungkin ada beberapa hal yang semestinya bisa diselesaikan dengan cepat di awal atau pertengahan bulan.

Kebanyakan manusia memang demikian adanya sehingga banyak hal yang terlewat dari kita semua.

Saya diberikan tips yang sangat bagus oleh sebuah buku … dan ini sudah terbukti. Sangat sederhana tips ini bahkan terkadang Anda meremehkan loh. Begini: untuk menyelesaikan suatu tugas, Anda sebelum berangkat tidur, coba tuliskan 5 hal yang akan Anda selesaikan esok hari. Lalu Anda cukup berangkat tidur setelah menuliskan 5 hal itu.

Dan buktikan esok paginya. Okay, jangan berkomentar dulu – lakukan dan berikan komentar disini setelah Anda mendapatkan buktinya.

Rabu, 27 April 2011

SAAT LOWONGAN PEKERJAAN TAK KUNJUNG DATANG

Bagi Anda yang sedang mencari lowongan kerja, namun tidak kunjung datang. Baik Anda yang berhenti bekerja karena kena PHK atau memang baru mencari lowongan kerja. Menanti sebuah lowongan kerja, menjadi sebuah pekerjaan yang membuat kita stress, dimana perut lapar tidak mengenal kompromi. Tagihan-tagihan pun tidak mau tahu apakah Anda bekerja atau tidak. “Sudah lulus kuliah? Kerja dimana?”
Ini juga pertanyaan yang cukup mengganggu bagi para lulusan perguruan tinggi. Tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi begitu tinggi, sehingga dianggap aneh jika tidak bekerja. Sementara lowongan kerja tidak kunjung datang. Belum lagi, posisi kita sebagai anak yang bisa jadi membebani orang tua baik secara fisik maupun psikis.
Lalu bagaimana cara mengatasinya? Adakah jalan keluar?

Lowongan Kerja Tidak Akan Menghampiri Anda

Lowongan kerja tidak akan datang kepada Anda, Anda harus mencarinya. Orang yang mencari kerja itu bukan hanya Anda, ada ribuan bahkan jutaan orang diluar sana yang sedang mencari kerja seperti Anda. Jadi, jangan berharap lowongan menghampiri Anda. Anda harus melangkah keluar, menyambut lowongan tersebut.
Tidak, tidak cukup dengan mengirim surat lamaran kerja kepada perusahaan yang memasang iklan. Mengirim surat lamaran kerja itu hanya salah satu cara mendapatkan kerja, masih ada cara-cara lain yang perlu Anda lakukan. Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa peluang pekerjaan sebenarnya lebih banyak datang dari jaringan, bukan iklan.
Saya sering mendapatkan tawaran kerja, dari teman-teman saya. Padahal saya tidak sedang mencari kerja. Artinya jaringan memegang peranan penting untuk mendapatkan lowongan kerja. Pertama tingkatkan silaturahim Anda, mungkin selama ini masih kurang. Yang kedua, jual diri Anda. Bisa jadi, jika Anda kurang mendapatkan tawaran, karena nilai jual Anda masih kurang. Ketiga tingkatkan kemampuan komunikasi Anda. Termasuk bagaimana cara “menjual diri” yang jitu.
Kuncinya belajarlah untuk mendapatkan peluang dan songsonglah lowongan kerja itu, bukan hanya ditunggu.

Selain Lowongan Kerja Ada Lowongan Bisnis

MLM? Please dech, jangan skeptis gitu. Lowongan bisnis itu buanyak sekali, MLM hanya salah satunya. Anda bisa apa pun, menjual produk atau jasa. Banyak sekali peluang jika Anda mau membuka mata, tidak tertutup hanya pada lowongan kerja saja. Selama ini, mungkin Anda hanya fokus mencari kerja, padahal ada banyak lowongan bisnis yang Anda lewatkan.
“Tapi saya tidak punya modal.”
Ini adalah alasan klasik. Selalu saja, alasannya tidak punya modal.
“Saya memang tidak punya modal!”
Sssst, tidak usah marah. Anda bukan tidak punya modal, tetapi Anda tidak menyadari modal yang sebenarnya sudah Anda miliki. Uang atau modal capital hanya salah satu modal yang dibutuhkan. Tetapi Anda punya modal, hanya saja tidak disadari. Modal itu berupa tubuh Anda, pikiran Anda, waktu Anda, ilmu Anda, keterampilan Anda, dan sebagainya.
“Ya, tetapi tetap saja bisnis perlu uang.”
Jika memang demikian, maka gunakan modal yang Anda miliki saat ini untuk mendapatkan uang.
“Bagaimana caranya?”
Belajarlah. Setelah Anda belajar, ambil tindakan. Jika gagal coba lagi. Jangan nunggu ada orang yang “nyuapin” Anda. Anda sudah dewasa, punya modal, dan punya kemampuan. Berusahalah, jangan diam terpaku hanya kepada lowongan kerja yang tidak kunjung datang.
SUMBER : motivasi-islami.com

Cari sprei murah ya di cityrons collection