Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2013

Karena Istri Tidak Bekerja? Renungkan Wahai Para Suami

"Karena Isteri TIDAK BEKERJA..???"

Seorang suami mengeluh karena merasa capek... capek dan capek.... dan ingin agar isterinya membantu mencari nafkah sebab selama ini menurutnya merasa isterinya " Tidak Bekerja "

Berikut tanya jawab antara seorang suami (J) dan Psikolog (T)..

T : Apakah pekerjaan Pak bandy?
J : Saya bekerja sebagai Akuntan di sebuah Bank.

T : Isteri Bapak ?
J : Dia tidak bekerja. Hanya ibu rumah tangga saja.

T : Tiap-tiap pagi siapa yang menyediakan sarapan?
J : Isteri saya menyediakan sebab dia tidak bekerja.

T : Jam berapa isteri bangun untuk sediakan sarapan ??
J : Jam 6 pagi dia bangun karena sebelum membuat sarapan dia beres-beres rumah dulu..

T : Anak-anak Pak bandy ke sekolah bagaimana??
J : Isteri saya yang mengantar sebab dia tidak bekerja.

T : Selepas mengantar anak-anak, apa yang selanjutnya isteri Bapak lakukan ?
J : Pergi ke pasar, kemudian kembali ke rumah untuk memasak dan membereskan jemuran. Isteri kan tak bekerja.

T : Petang hari selepas Pak bandy pulang ke rumah, apa yang Bapak lakukan?
J : Beristirahat, karena seharian saya capek bekerja.

T : Lalu apa yang istri bapak lakukan ?
J : Sediakan makanan, melayani anak, menyiapkan makan untuk saya dan membereskan sisa-sisa makanan dan bersih-bersih lalu lanjut menidurkan anak-anak.

Berdasarkan cerita di atas, anda rasa siapa yang lebih banyak bekerja???

Rutinitas seharian istri anda dimulai dari sebelum pagi sehingga lewat malam, itu juga dikatakan TIDAK BEKERJA??!!

Ibu Rumah Tangga memang tidak memerlukan segulung ijazah, pangkat atau jabatan yang besar, tetapi peranan IBU RUMAH TANGGA sangatlah penting!

Hargailah seorang isteri. Karena bagaimanapun pengorbanannya tidak terkira. Ini merupakan renungan untuk kita semua untuk senantiasa saling memahami dan menghargai peran masing-masing. Karena adanya rasa "SALING MENGHARGAI " maka semua akan bahagia.

++++++++

JANGAN LUPA UNTUK LIKE -> @[329844553767233:274:SL-Books]

http://www.facebook.com/SL.Buku

++++++++

Note: Follow Twitter Kami Untuk Mendapatkan Update Posting Secara Lifetime @SLBooks2012

++++++++
pekerjaan istri di rumah
‎

Seorang suami mengeluh karena merasa capek... capek dan capek.... dan ingin agar isterinya membantu mencari nafkah sebab selama ini menurutnya merasa isterinya " Tidak Bekerja "

Berikut tanya jawab antara seorang suami (J) dan Psikolog (T)..

T : Apakah pekerjaan Pak bandy?
J : Saya bekerja sebagai Akuntan di sebuah Bank.

T : Isteri Bapak ?
J : Dia tidak bekerja. Hanya ibu rumah tangga saja.

T : Tiap-tiap pagi siapa yang menyediakan sarapan?
J : Isteri saya menyediakan sebab dia tidak bekerja.

T : Jam berapa isteri bangun untuk sediakan sarapan ??
J : Jam 6 pagi dia bangun karena sebelum membuat sarapan dia beres-beres rumah dulu..

T : Anak-anak Pak bandy ke sekolah bagaimana??
J : Isteri saya yang mengantar sebab dia tidak bekerja.

T : Selepas mengantar anak-anak, apa yang selanjutnya isteri Bapak lakukan ?
J : Pergi ke pasar, kemudian kembali ke rumah untuk memasak dan membereskan jemuran. Isteri kan tak bekerja.

T : Petang hari selepas Pak bandy pulang ke rumah, apa yang Bapak lakukan?
J : Beristirahat, karena seharian saya capek bekerja.

T : Lalu apa yang istri bapak lakukan ?
J : Sediakan makanan, melayani anak, menyiapkan makan untuk saya dan membereskan sisa-sisa makanan dan bersih-bersih lalu lanjut menidurkan anak-anak.

Berdasarkan cerita di atas, anda rasa siapa yang lebih banyak bekerja???

Rutinitas seharian istri anda dimulai dari sebelum pagi sehingga lewat malam, itu juga dikatakan TIDAK BEKERJA??!!

Ibu Rumah Tangga memang tidak memerlukan segulung ijazah, pangkat atau jabatan yang besar, tetapi peranan IBU RUMAH TANGGA sangatlah penting!

Hargailah seorang isteri. Karena bagaimanapun pengorbanannya tidak terkira. Ini merupakan renungan untuk kita semua untuk senantiasa saling memahami dan menghargai peran masing-masing. Karena adanya rasa "SALING MENGHARGAI " maka semua akan bahagia.

Minggu, 10 Februari 2013

Naudzubillah.. Semoga Kita Tidak Termasuk Seperti Ini

kisah anak durhaka

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Inilah sosok seaorang lelaki yang tidak punya pendirian, sehingga dapat diombang ambingkan sikap istrinya. Permasalahannya sepele ,gara-gara sampah sehingga ia dan istrinya bertengkar dengan ibunya. Akhirnya ia menjadi anak durhaka.

sebelum menikah ,ia - lelaki ini- bekerja berwiraswasta. ia tergolong pemuda yang sukses dibandingkan teman -temannya.
Sebenarnya ia tidak begitu kikir terhadap keluarganya. Namun setelah menikah perubahannya begitu drastis.

Ia jarang menjenguk orang tuanya meskipun jarak antara rumah orang tua dengan rumah kontrakannya tidak terlalu jauh. Sang ibu merasa kangen dan sering kali menangis karena merasa kehilangan anaknya.

Setelah setahun menjalani rumah tangga, ia menyatakan keinginannya untuk membuat rumah di desa dekat orang tuanya sendiri. Kebetulan ada sepetak tanah kosong di sampinng rumah orang tuanya. Dengan senang hati ibunya mempersilahkan itu ditempati bangunan rumah sang anak.

Mulanya sang ibu merasa senang karena bisa berdekatan dengan anaknya. Namun semakin lama semakin makan hati, seringkali timbul permasalahan kecil yang akhirnya menjadi besar. Permasalahan itu dipicu oleh sang menant . Ternyata wanita yang dinikahi lelaki tersebut tidak seperti yang dibayangkan keluarganya. Tampaklah sikapnya yang kikir dan jahat.

Suatu ketika,terjadilah perang mulut antara menantu dan ibu mertua. Anehnya sang anak lelakinya tidak mendamaikan namun justru membela istrinya. Sang ibu menangis sambil mengelus dada.

Anak lelakinya bersama istri mendamprat sang ibu dengan sangat keterlaluan. Sampai pada puncaknya, sang Ibu tidak bisa menahan kemarahannya. Ia terlanjur mengutuk, ''jadi hanya itu balasanmu? Kau kubesarkan dengan penuh jerih payah. Hingga akhirnya kau menikah. Tetapi ternyata kau dan istrimu bersikap kurang ajar, menyakiti Ibu. Itukah balasanmu?!"

"Apakah Ibu minta balas budi ? Aku lahir bukan kehendakku sendiri. Ibu membesarkan aku juga bukan karena permintaanku, melainkan kewajibanmu. Tak pantaslah engkau Ibu mengungkit - ungkit sepeti itu!" bantah sang anak.

Ibunya semakin tersinggung ,''Jadi hanya itu balasanmu kepada Ibu. Mentang mentang sekarang engkau hidup berkecukupan. Tetapi ingatlah,Nak ! ALLAH tidak meridhai hidupmu, jika kalian bersikap begitu kepada ibu. Semoga ALLAH mencabut rejekimu.....!" kata sang ibu.

Kata-kata itu sebenarnya merupakan sebuah Doa yang dibalut oleh Air mata .. Kata-kata seorang ibu mengandung Kekeramatan yang luar biasa .. Apalagi, Doa seorang yang di dzalimi itu didengar oleh ALLAH TA'ALA.

....NAUDZUBILLAH...

Semenjak saat itu sang Anak - termasuk istri dan anak anaknya - memutus hubungan dengan sang Ibu. Meskipun Hidup ditempat yang berdampingan, namun mereka tak mau bertegur sapa.

Perlahan-lahan hidupnya mulai susah. Hingga akhirnya sang anak menjadi tukang mencari katak. Hasilnya tidak bisa dibuat menutupi kebutuhan sehari - hari.

Sampai akhirnya sang ibu meninggal Dunia. Sang anak tetap tidak mau menjenguknya padahal paman dan bibinya menyarankan agar dirinya memohon maaf kepada Ibu di saat-saat terakhirnya. Namun mereka menolak.

Setelah ibu meninggal Dunia ,keadaannya semakin sulit. Makan saja diberi tetangga. Penderitaan bertubi-tubi silih berganti tiada habis ....

SUBHANALLAH - ASTGHFIRULLAH ..

... Semoga tulisan ini bisa dibuat bahan pelajaran bagi para pembacanya ...

Wallahu’alam bishshawab, ..
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Kamis, 31 Januari 2013

SEBUAH DIALOG YG BAGUS SEKALI UNTUK KITA RENUNGKAN.

 
Dialog ini dibuka dengan Status Ayah Edy yg berbunyi:

”Coba sadari dan hitung, betapa banyaknya tuntutan orang tua pada anaknya; mulai dari rajin sekolah, rajin belajar, nilai tinggi, juara, tidak membantah, berprilaku baik, hormat pd orang tua dsb...dsb...”

Sementara....

"Anak kita tdk pernah meminta bnyk pd orang tuanya, hanya 1 aja; tolong berhenti Marah dan berikan aku CONTOH dan TELADAN bkn segudang nasehat"


Lalu diikuti dengan komentar menarik dari salah satu orang tua berikut ini:

Bagaimana kedudukan marah dlm pendidikan anak? boleh atau tidak? kalau boleh bgm caranya, kalau tdk apa alasan pedagogisnya...?

Terus apa beda tuntutan orgtua dg kewajiban anak, kalau orgtua menuntut ini dan itu kpd anak,apakah itu bukan sbh penunaian kewajiban.?

Lalu apakah ini dan itu yg dituntut orgtua bknkah kewajiban anak?mhn komentar ayah....?

Monday at 9:17am • Like • 1

BERIKUT KOMENTAR AYAH EDY

Komentar 1 Ayah Edy

Ibu yg baik hati, sebenarnya masalahnya bukan boleh atau tidak. Tapi siapa kah diantara kita yg suka dimarahi? apakah ibu suka jika dimarahi oleh suami misalnya?

Jika ibu tidak suka dimarahi maka janganlah memarahi, tapi gunakan cara lain yakni berdialog dan berdiskusi.

Ketahuilah oleh kita semua bahwa sesungguhnya Marah adalah tidak sehat secara mental bagi yg memarahi juga yg dimarahi.

Komentar 2 Ayah Edy

Seperti pada umumnya kita akan selalu ingat tuntutan orang tua pada anaknya, namun sayangnya sering lupa akan KEWAJIBAN ORANG TUA PADA ANAKNYA.

Orang tua kebanyakan berpikir bahwa kewajibannya hanya sekedar memberi sandang, pangan dan papan saja, padahal dalam setiap tuntutan itu akan selalu muncul kewajiban orang tua didalamnya. Kita tidak bisa hanya menuntut anak lalu berpangku tangan tanpa mau melakukan kewajiban kita padanya.

Jika kita orang tua banyak menuntut mestinya harus seimbang dengan melaksanakan banyak kewajiban.

Misalnya jika kita menuntut anak rajin belajar, harus juga berkewajiban membimbing dengan sabar dan rajin menemani anak saat ia belajar. Jika ibu menuntut agar anak tidak bermain game, maka ibu berkewajiban menciptakan permainan yg lebih sehat untuk dimainkannya bukan hanya menuntut untuk berhenti bermain, karena bermain adalah fitrah setiap anak.

Jadi jangan hanya bisa menuntut tapi tidak mau melaksanakan kewajiban sebagai orang yg dititipi amanah oleh Tuhan.

Hidup ini harus balance/seimbang. Jika ibu menuntut anak tidak berteriak2 maka ibupun berkewajiban berhenti meneriaki dan membentak anak. mau ?


Komentar 3 Ayah Edy

Selama ini yg ada hanya tuntutan orang tua kepada anak, supaya begini dan begitu. Nah melalui komunitas inilah kami berusaha menyuarakan tuntutan hati kecil seorang anak yg notabenenya merupakan KEWAJIBAN KITA SELAKU PARA ORANG TUA pada anak kita, agar kita segera sadar dan terasa lebih adil dan berimbang.

Saya yakin jika orang tua melaksanakan kewajiabanya dengan baik maka anakpun akan melakukan apa yg orang tuanya inginkan tanpa perlu di tuntut oleh orang tuanya.

Ingatlah selalu bahwa prilaku anak adalah cermin perilaku kita orang tuanya. plus pergaulan anak disekolahnya. (Buku 37 Kesalahan orang tua yg melahirkan prilaku buruk anak, Grasindo 2006)


Lalu disusul dengan 1 komentar orang tua sbb:

Rahmi Yuika Putri;

Saya dulu suka marah sm anak, tp setelah dg ikhlas menjalankan pelajaran dr ayah edi, alhamdulillah anak sy jadi anak baik budi tanpa di marahi, unk instropeksi diri tiap malam mnjelanh tidur sy mngajak anak mengingat2 kejadian seharian, apa hal2 yg sdh baik dilakukan dan apa hal2 yg kurang baik, kami bicarakan dan sm2 membuat kesepakatan hukuman dan hadiah bila kesahalan tsb behasil d hilangkan, pun klw sy salah anak berhak mngingatkn sy, dn sy ttp mnjalankan hukuman sperti kesepakatan kami, gk ada ortu yg gk prnah salah


Mari kita renungkan bersama.....

Sabtu, 29 Desember 2012

KISAH SEORANG ANAK YANG DIABORSI DI DALAM RAHIM IBU

jangan aborsi aku ma...

Bulan 1: Ma,panjangku itu cuma 2 cm,tapi aku udah ada di badan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini.

Bulan 2: Ma, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku sudah keluar mama janji ya mau main sama aku.

Bulan 3: Ma, meskipun aku belum tau jenis kelaminku,tapi apapun aku,aku harap mama dan papa bahagia kelak ketika aku keluar. Jangan nangis ya ma, kalau mama nangis di sini aku juga ikut nangis.

Bulan 4: Ma,rambutku sudah mulai tumbuh lho,ini jadi mainan baruku,aku bisa menggerakan kepalaku putar kiri putar kanan.

Bulan 5: Ma,mama tadi ke dokter ya,dokter bilang apa ? Αpa itu aborsi ma? Αku nggak diapa-apain kan ma ?

Bulan 6: Mama datang ke dokter itu lagi ya? Ma,tolong kasih tau dokter itu,aku di sini baik-baik aja! Tapi kok dokter itu mulai memasukan benda tajam? Benda tajam itu mulai memotong rambutku ma tolong,aku takut.Benda tajam itu mulai memotong kakiku,sakiit ma.Tapi meskipun aku tidak punya kaki,aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama. Ma,benda itu sekarang mulai memotong tanganku,mama tolong aku.Aku janji nggak akan nakal ma.

Tapi,meskipun aku tidak punya tangan dan kaki,aku msh punya mata dan telinga untuk melihat senyum mama, mendengar suara mama, tapi.. Benda itu sekarang sudah mulai memotong leherku, mama..Ampun ma..Beri aku kesempatan hidup,aku sayang mama,aku pengen meluk mama.

Bulan 7: Ma,aku di sini baik-baik aja,aku udah sama ALLAH di surga,ALLAH mengembalikan semua organ tubuhku yang dipotong benda tajam itu,ALLAH memeluku,memegang tanganku, menggendongku dengan lembut dan ALLAH membisikan tentang apa itu aborsi.

Kenapa mama tega melakukan itu?

Kenapa mama nggak mau main sama aku? Αpa salah aku ma?

Mama taubat yah,biar ALLAH mau antar mama ke sini,nanti kita main bareng-bareng di sini dan jangan lupa,ajak papa juga ya ma.

Pantaskah seorang bayi yang belum sempat terlahir kedunia ini mendapatkan perlakuan sekeji itu dari orang tua kandungnya.......[SILAKAN DIRENUNGKAN!]

Salam santun salam ukhuwah fillah..

Selasa, 25 Desember 2012

SUBHANALLAH ! ... KISAH NYATA PENGORBANAN SEORANG IBU SAAT TERJADI GEMPA HEBAT DI JEPANG ....

pengorbanan ibu untuk anaknya

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Ini adalah kisah nyata Pengorbanan seorang Ibu selama Gempa di Jepang. Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah.

Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.

Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi.

Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, “Anak kecil! Ada anak kecil!”

Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.

Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.”

Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!

Subhanallah .. !

.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Selasa, 18 Desember 2012

CINTA SEORANG IBU TAK AKAN LEKANG OLEH WAKTU


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Sebuah foto yang menggambarkan seorang ibu berumur 97 tahun di Cina yang sedang menyuapi dan merawat anaknya yang lumpuh yang sudah berumur 60 tahun. Ini sudah
dilakukannya sejak 19 tahun yang lalu.

Foto ini mengingatkan kita betapa cinta seorang ibu tidak akan pernah lekang oleh waktu.

Subhanallah yach sahabat, .. cinta kasih seorang ibu .. sebenarnya kisah foto ini hanya sampai disini .., tapi izinkan yach Admin menambahkan sebuah renungan untuk kita semua .. renungan betapa kasih ibu itu sangat luar biasa, sudahkah kita anaknya membahagiakan beliau ? .. Selamat menikmatinya ..
Foto: CINTA SEORANG IBU TAK AKAN LEKANG OLEH WAKTU 

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 

Sebuah foto yang menggambarkan seorang ibu berumur 97 tahun di Cina yang sedang menyuapi dan merawat anaknya yang lumpuh yang sudah berumur 60 tahun. Ini sudah dilakukannya sejak 19 tahun yang lalu.

Foto ini mengingatkan kita betapa cinta seorang ibu tidak akan pernah lekang oleh waktu.

Subhanallah yach sahabat, .. cinta kasih seorang ibu .. sebenarnya kisah foto ini hanya sampai disini .., tapi izinkan yach Admin menambahkan sebuah renungan untuk kita semua .. renungan betapa kasih ibu itu sangat luar biasa, sudahkah kita anaknya membahagiakan beliau ? .. Selamat menikmatinya ..

--------

Kasih ibu kepada beta ..
Tak terhingga sepanjang masa, ..

Sepenggal lirik lagu di atas kiranya sangat cocok dalam mengambarkan kasih dan sayang seorang ibu kepada anaknya.

Coba mari kita kembali merenung sejenak, sudah berapa tahun kita hidup di dunia ini dan sudah berapa banyak kita membalas tulus kasih seorang ibu?

Apakah kita hadir ke dunia ini begitu saja? Jawabannya tentu saja “tidak”. Ada sesosok pribadi yang telah rela mempertaruhkan nyawanya, sehingga kita bisa menghirup udara segar di bumi Allah yang elok ini. Yah, dialah “ibu”. 

Seorang wanita berjuta kasih. Lewat pengorbanan dan perjuangan beliau kita bisa mengecap manisnya madu kehidupan. Bukan hanya darah, tetesan air mata dan juga peluh kesakitan, namun juga untaian do’a dan harapan disenandungkan untuk kesejahteraan dan kebahagian kita, anaknya.

Jangan kita mengira kalau perjuangan dan pengorbanan itu dimulai hanya dari semenjak kita lahir saja. Perlu kita sadari bersama, bahwa pengorbanan dan perjuangan itu sudah dimulai jauh sebelum tangisan pertama kita terdengar. Ya sembilan bulan sebelum itu seorang ibu telah mengandung dan membawa kita kemana-mana dengan penuh cinta dan kasih sayang. 

Belum lagi ketika melahirkan kita, seorang ibu harus bersabung nyawa antara hidup dan mati. Sungguh sebuah pengorbanan yang sangat luar biasa. Hanya wanita yang tangguh dan memiliki cinta kasih yang luar biasa yang mampu menjalani dan melewati itu semua. 

Cinta kasih itulah yang telah membuat seorang ibu mampu memikul beban yang luar biasa itu. Rasa itu jugalah yang telah membuat ibu sanggup menahan penat, lelah dan berjuta rasa tidak nyaman yang mendera ketika mengandung dan melahirkan kita.

Hari itu kita telah dilahirkan. Kelahiran kita disambut dengan suka cita oleh orang yang ada di sekeliling kita. Sesosok manusia munggil nan lucu telah lahir dari rahim seorang wanita yang tangguh dan penuh kasih sayang−dialah ibu kita−. Penat dan lelah serta rasa sakit seketika hilang ketika mendengar tangisan pertama kita, anaknya yang kelak diharapkan akan membawa sejuta harapan dari beliau. 

Sesaat setelah, itu sang ibu segera memberikan ASI pertamanya kepada kita. Ketika itulah kita akan meresakan hangatnya aliran cinta dan kasih sayang dari seorang ibu yang tidak akan mungkin terbalas sampai kapanpun. Seiring dengan kelahiran kita, itu artinya perjuangan dan pengorbanan seorang ibu yang lebih berat akan segera dimulai kembali.

Waktu terus saja berjalan, kita telah tumbuh menjadi seorang bayi yang mungil dan lucu. Seorang ibu begitu telaten merawat kita dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tulus dan tak tergantikan. Ibu rela mengurangi waktu tidurnya demi kenyamanan tidur kita, anaknya terkasih. 

Seekor nyamukpun tidak direlakan oleh ibu untuk hinggap dan menggigit tubuh kita. Ketika kita menangis, ibu pun dengan sigap mencari sebab kenapa kita menangis. Apakah kerena lapar dan haus atau karena popok anaknya basah dan harus diganti? Ah, sungguh luar biasa kasih sayangmu ibu.

Ibu adalah wanita yang hebat. Bahkan sangat hebat dan luar biasa. Tidak ada satu katapun yang pantas dan bisa untuk melukiskan kehebatan kasih sayang seorang ibu. Ibu adalah sosok pribadi yang pemberi. Seorang pemberi tanpa pamrih dan selalu diiringi dengan hangatnya kasih sayang. Mulai dari do’a, pengorbanan yang tulus, tenaga, fikiran, waktu, harta benda dan juga air mata telah diberikan oleh seorang ibu kepada kita. 

Hanya satu harapan beliau, yaitu supaya kita−anak-anaknya− bisa bahagia dan hidup sejahtera. Sederhana bukan? Ya, tapi tidak dengan pengorbanan ibu untuk kita, pegorbanan beliau sungguh luar biasa. Kadang agar kita bahagia, tidak jarang seorang ibu harus mengabaikan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

Ketika kita sudah memasuki usia sekolah dan baru saja belajar untuk menulis dan membaca. Seorang ibu dengan begitu sabar dan penuh kasih sayang mendampingi kita dalam mengeja setiap huruf yang kita baca. Ibu juga dengan begitu telaten mengajarkan tangan kita untuk mengukir setiap goresan angka dan huruf di atas lembaran kertas putih. Hal itu terus berlangsung hingga kita pandai dan lancar membaca serta menulis.

Tidak terasa waktu begitu cepat berputar dan berlalu. Kita, bayi mungil nan lucu tadi telah tumbuh menjadi sesosok pribadi yang dewasa. Sekian tahun sudah berlalu semenjak tangisan pertama kita terdengar. Selama itu pula kita telah dibesarkan dan dididik dengan hangatnya sentuhan cinta dan kasih sayang dari seorang ibu. 

Bahkan sampai saat sekarang ini kita tetap saja merasakan hangatnya aliran kasih sayang ibu itu. Kasih sayang yang tidak akan pernah habis sampai kapanpun. Kasih sayang seorang ibu kepada kita ibarat matahari yang tiada jemu menyinari hamparan bumi Allah ini. Mengingat begitu besarnya jasa dan kasih sayang seorang ibu kepada kepada kita, rasanya tidak berlebihan Allah Tuhan Yang Maha Agung menganjar jasa beliau dengan meletakkan surga di bawah telapak kaki ibu. Agar kita tidak lupa dan durhaka kepada beliau.

Begitu besar cinta, kasih dan sayang seorang ibu kepada kita. Apakah masih ada alasan buat kita untuk melukai hatinya? Apakah masih ada alasan bagi kita untuk tidak membahagiakan beliau? Tanyalah hati kecil kita masing-masing, dan jawablah dengan jujur setulus hati.

Mulai hari ini mari kita berkomitmen untuk tidak akan melukai hati seorang ibu. Mulai saat ini mari kita berjanji untuk tidak akan membuat seorang ibu meneteskan air mata, akibat luka karena sayatan pisau perbuatan buruk kita. 

Mulai detik ini mari kita tingkatkan bakhti kita kepada ibu, orang yang telah melahirkan kita. Ketika beliau sudah tiadapun kita masih harus berbakti melalui do’a. Do’a seorang anak yang shaleh.

Ingatlah, Kasih ibu itu sepanjang jalan dan sepanjang masa,….

*Oleh: Heru Perdana Putra ──sebuah renungan──

... "Terimakasih Ibu, engkau telah memberiku pelajaran yang sangat berharga, bahwa hidup harus dihadapi dengan ketenangan jiwa dan terutama penyerahan diri kepada Tuhan Sang Pencipta" ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

** Sumber : sosbud.kompasiana.com/2012/01/05/ibu-kasih-sayangmu-sepanjang-masa/

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends!’
--------

Kasih ibu kepada beta ..
Tak terhingga sepanjang masa, ..

Sepenggal lirik lagu di atas kiranya sangat cocok dalam mengambarkan kasih dan sayang seorang ibu kepada anaknya.

Coba mari kita kembali merenung sejenak, sudah berapa tahun kita hidup di dunia ini dan sudah berapa banyak kita membalas tulus kasih seorang ibu?

Apakah kita hadir ke dunia ini begitu saja? Jawabannya tentu saja “tidak”. Ada sesosok pribadi yang telah rela mempertaruhkan nyawanya, sehingga kita bisa menghirup udara segar di bumi Allah yang elok ini. Yah, dialah “ibu”.

Seorang wanita berjuta kasih. Lewat pengorbanan dan perjuangan beliau kita bisa mengecap manisnya madu kehidupan. Bukan hanya darah, tetesan air mata dan juga peluh kesakitan, namun juga untaian do’a dan harapan disenandungkan untuk kesejahteraan dan kebahagian kita, anaknya.

Jangan kita mengira kalau perjuangan dan pengorbanan itu dimulai hanya dari semenjak kita lahir saja. Perlu kita sadari bersama, bahwa pengorbanan dan perjuangan itu sudah dimulai jauh sebelum tangisan pertama kita terdengar. Ya sembilan bulan sebelum itu seorang ibu telah mengandung dan membawa kita kemana-mana dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Belum lagi ketika melahirkan kita, seorang ibu harus bersabung nyawa antara hidup dan mati. Sungguh sebuah pengorbanan yang sangat luar biasa. Hanya wanita yang tangguh dan memiliki cinta kasih yang luar biasa yang mampu menjalani dan melewati itu semua.

Cinta kasih itulah yang telah membuat seorang ibu mampu memikul beban yang luar biasa itu. Rasa itu jugalah yang telah membuat ibu sanggup menahan penat, lelah dan berjuta rasa tidak nyaman yang mendera ketika mengandung dan melahirkan kita.

Hari itu kita telah dilahirkan. Kelahiran kita disambut dengan suka cita oleh orang yang ada di sekeliling kita. Sesosok manusia munggil nan lucu telah lahir dari rahim seorang wanita yang tangguh dan penuh kasih sayang−dialah ibu kita−. Penat dan lelah serta rasa sakit seketika hilang ketika mendengar tangisan pertama kita, anaknya yang kelak diharapkan akan membawa sejuta harapan dari beliau.

Sesaat setelah, itu sang ibu segera memberikan ASI pertamanya kepada kita. Ketika itulah kita akan meresakan hangatnya aliran cinta dan kasih sayang dari seorang ibu yang tidak akan mungkin terbalas sampai kapanpun. Seiring dengan kelahiran kita, itu artinya perjuangan dan pengorbanan seorang ibu yang lebih berat akan segera dimulai kembali.

Waktu terus saja berjalan, kita telah tumbuh menjadi seorang bayi yang mungil dan lucu. Seorang ibu begitu telaten merawat kita dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tulus dan tak tergantikan. Ibu rela mengurangi waktu tidurnya demi kenyamanan tidur kita, anaknya terkasih.

Seekor nyamukpun tidak direlakan oleh ibu untuk hinggap dan menggigit tubuh kita. Ketika kita menangis, ibu pun dengan sigap mencari sebab kenapa kita menangis. Apakah kerena lapar dan haus atau karena popok anaknya basah dan harus diganti? Ah, sungguh luar biasa kasih sayangmu ibu.

Ibu adalah wanita yang hebat. Bahkan sangat hebat dan luar biasa. Tidak ada satu katapun yang pantas dan bisa untuk melukiskan kehebatan kasih sayang seorang ibu. Ibu adalah sosok pribadi yang pemberi. Seorang pemberi tanpa pamrih dan selalu diiringi dengan hangatnya kasih sayang. Mulai dari do’a, pengorbanan yang tulus, tenaga, fikiran, waktu, harta benda dan juga air mata telah diberikan oleh seorang ibu kepada kita.

Hanya satu harapan beliau, yaitu supaya kita−anak-anaknya− bisa bahagia dan hidup sejahtera. Sederhana bukan? Ya, tapi tidak dengan pengorbanan ibu untuk kita, pegorbanan beliau sungguh luar biasa. Kadang agar kita bahagia, tidak jarang seorang ibu harus mengabaikan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

Ketika kita sudah memasuki usia sekolah dan baru saja belajar untuk menulis dan membaca. Seorang ibu dengan begitu sabar dan penuh kasih sayang mendampingi kita dalam mengeja setiap huruf yang kita baca. Ibu juga dengan begitu telaten mengajarkan tangan kita untuk mengukir setiap goresan angka dan huruf di atas lembaran kertas putih. Hal itu terus berlangsung hingga kita pandai dan lancar membaca serta menulis.

Tidak terasa waktu begitu cepat berputar dan berlalu. Kita, bayi mungil nan lucu tadi telah tumbuh menjadi sesosok pribadi yang dewasa. Sekian tahun sudah berlalu semenjak tangisan pertama kita terdengar. Selama itu pula kita telah dibesarkan dan dididik dengan hangatnya sentuhan cinta dan kasih sayang dari seorang ibu.

Bahkan sampai saat sekarang ini kita tetap saja merasakan hangatnya aliran kasih sayang ibu itu. Kasih sayang yang tidak akan pernah habis sampai kapanpun. Kasih sayang seorang ibu kepada kita ibarat matahari yang tiada jemu menyinari hamparan bumi Allah ini. Mengingat begitu besarnya jasa dan kasih sayang seorang ibu kepada kepada kita, rasanya tidak berlebihan Allah Tuhan Yang Maha Agung menganjar jasa beliau dengan meletakkan surga di bawah telapak kaki ibu. Agar kita tidak lupa dan durhaka kepada beliau.

Begitu besar cinta, kasih dan sayang seorang ibu kepada kita. Apakah masih ada alasan buat kita untuk melukai hatinya? Apakah masih ada alasan bagi kita untuk tidak membahagiakan beliau? Tanyalah hati kecil kita masing-masing, dan jawablah dengan jujur setulus hati.

Mulai hari ini mari kita berkomitmen untuk tidak akan melukai hati seorang ibu. Mulai saat ini mari kita berjanji untuk tidak akan membuat seorang ibu meneteskan air mata, akibat luka karena sayatan pisau perbuatan buruk kita.

Mulai detik ini mari kita tingkatkan bakhti kita kepada ibu, orang yang telah melahirkan kita. Ketika beliau sudah tiadapun kita masih harus berbakti melalui do’a. Do’a seorang anak yang shaleh.

Ingatlah, Kasih ibu itu sepanjang jalan dan sepanjang masa,….

*Oleh: Heru Perdana Putra ──sebuah renungan──

... "Terimakasih Ibu, engkau telah memberiku pelajaran yang sangat berharga, bahwa hidup harus dihadapi dengan ketenangan jiwa dan terutama penyerahan diri kepada Tuhan Sang Pencipta" ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

** Sumber : sosbud.kompasiana.com/2012/01/05/ibu-kasih-sayangmu-sepanjang-masa/

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends!’

Jumat, 25 Februari 2011

Ibu



Sudahkah anda melihat postingan sebelum. Jika belum anda bisa klik posting Surat Dari Emak. Puisi ini merupakan balasan dari 2 orang anak  yang masih berkaitan dengan emak tersebut.  Dan masih satu atap dengan rumah prihatin di Malaysia.  Selamat Menyimak..
Ibu…
dikedinginan malam sunyi
terkenang aku akan pemergian mu
dibuai sejuta kenangan manis disiram segar
subur kasih penuh rindu mengiringi pemergianmu
ibu..
Sejuta keampunan kupinta darimu
buat penghapus dosa insan kerdil ini
buat menebus kekurangan melayani hayatmu
buat melunas hutang jiwa
seorang anak terhadap ibu
oh ibu..
Ku tinggalkan jasadmu dikuburan ini
namun izinkan aku
bawa pulang kasih sayangmu
izinkanku bawa bersama semangat dan doamu
izinkan aku pulang
berbekal keampunan dan redhamu ibu..
Doakanlah aku ibu
agar bersemangat menyambung amal ibadahmu
berbekal akal,ilmu dan iman
yang engkau ajarkan dulu
ya tuhan…
ku titipkan jasad ibu untuk dikau rahmati
ku pinjam jiwa kental dan kasih sayang ibu
buat bekal hidup yang berbaki
ku rayu keampunanmu
segala dosanya ya robbi..
Hidayahkan aku apa saja
demi menebus dosa ibunda
biar nyawa,harta dan jiwa ini
menjadi galang gantinya..
Jangan kau siksa dia wahai tuhan
aku pohon,aku rayu kepadamu setulus jiwa
rahmatilah,kasihanilah dia
seperti dia mengasihiku sejak kecil
ya allah ya tuhan ku…
aku berpegang pada janjimu..
Janji rasulmu
izinkan aku menyambung amal ibu
izinkan aku memenuhi tawaran janjimu
demi ibuku…
demi ibuku…
demi ibuku…
al-fatihah untukmu ibu..
Al-fatihah!!!
Mumpung masih ada kesempatan, mari berbakti pada orang tua kita.

Sumber : http://www.resensi.net/ibu/2010/12/