Sabtu, 27 November 2010

HATI YANG PENUH SYUKUR

Dengarkan talk show Andrie Wongso - Success Wisdom & Motivation di jaringan radio Sonora, setiap hari Selasa. pukul 07.05 WIB-08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 97.4, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang - 98.9 FM, Ria Solo - FM 98.8, Serambi AcehFM 90.6, Raka Bandung - FM 98.8,Eltira YogyakartaFM 102,1, Post BanjarmasinFM 97.2, Palangkaraya - FM 90, Sumasli, Purwokerto - FM 99.8, Palupi, Bangka - FM 103.5. Program ini juga dapat didengarkan melalui live streaming di Indovision Channel 506, kompas.com, dan www.andriewongso.com/radio.
AW Artikel
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Senin, 29-Maret-2010
Netter yang Luar Biasa, menurut saya cerita ini patut di-sharing-kan, agar kita semua senantiasa memiliki rasa syukur di kehidupan ini. Bagi saya, entah dari mana pun ceritanya, yang pasti rasa syukur adalah universal adanya dan patut kita pelihara dalam kehidupan ini. ___________________
Hati yang Penuh Syukur
Alkisah, di sebuah senja kelabu di pinggiran kota kecil Taiwan, tampak seorang laki-laki sedang berjalan pulang ke rumah dari tempat kerjanya sebagai supir taksi. Tiba-tiba, perhatiannya tertuju pada gerakan rumput dan suara gemerisik di sela-sela bebatuan di tepi jalan.
Segera, dihampiri dengan perasaan sedikit was was. Seketika, matanya terbelalak kaget melihat bungkusan berisi bayi merah yang tergeletak di situ. Setelah melihat di sekeliling tempat itu yang tampak sepi-sepi saja, segera diangkat bungkusan bayi itu dengan hati-hari dan dengan tergopoh-gopoh dibawa pulang ke rumahnya.
Setelah terkaget-kaget mendengar cerita dan melihat temuan suaminya, si istri segera mengambil alih menggendong si bayi dengan perasaan sayang. Mereka adalah sepasang suami istri, yang telah lama mendambakan kehadiran anak di tengah keluarga. Bayi yang masih merah itu terasa seperti pemberian Yang Maha Kuasa kepada keluarga mereka.

Waktu terus berjalan. Selang kira-kira usia dua tahun, karena merasa ada yang janggal dengan kemampuan berbicara dan reaksi pendengarannya yang sangat lambat, kedua orangtua itu membawa anaknya ke rumah sakit. Kecurigaan mereka pun terjawab, anak tersebut memang cacat sejak lahir, yaitu bisu tuli. Walaupun sempat terpukul sesaat, namun perasaan sayang yang telah terpupuk selama ini, membuat mereka memutuskan untuk tetap memelihara dan membesarkan si kecil yang sedang lucu-lucunya.
Tahun pun dengan cepat berganti. Walaupun cacat, si gadis kecil adalah anak yang cerdas dan mendapat pendidikan yang baik di sekolah luarbiasa hingga mampu lulus SMA. Setelah lulus, melalui tes dia diterima masuk untuk bidang seni di perguruan tinggi kota besar.
Perasaan gembira dan sedih pun silih berganti. Gembira karena diterimanya si anak ke universitas terkenal, sedih harus berpisah jauh dan dibutuhkan biaya yang besar untuk itu.
Demi mewujudkan impian anaknya, kedua orangtua itu bertekad untuk berhemat dan bekerja mati-matian. Sejak saat itu, si ayah bekerja sangat keras, hampir setiap hari pulang ke rumah hingga larut malam.
Namun...hidup memang sering tidak sesuai dengan rencana manusia. Di saat kuliah memasuki tahun ke-2, suatu malam si ayah pergi dan tidak pernah kembali. Taksi yang dikendarainya bertabrakan dan nyawanya tidak terselamatkan.
Si anak tahu, betapa berat beban biaya yang harus dipikul ibunya dan dia memutuskan untuk berhenti kuliah, pulang dan bekerja serta menemani ibunya di rumah.
Mengetahui itu, si ibu sangat tersentuh dengan pengertian anaknya. Tetapi, ia menegaskan,
"Ibu tahu kesedihanmu, Nak. Ibu juga sangat kehilangan ayahmu. Tetapi kamu tidak boleh berhenti kuliah. Belajarlah yang benar! Selesaikan kuliahmu secepatnya dan ibu tunggu kepulanganmu dengan ijazah di tangan. Dan setiap bulan, ibu akan berusaha mengirimkan uang untuk biaya mu di sana. Ingat, jangan berpikir pulang sebelum kuliahmu selesai. Jika kamu gagal, ibu dan ayahmu di alam sana pasti kecewa karena kerja keras dan pengorbanan kami selama ini akan sia-sia."
Waktu terus berjalan. Selesai wisuda, dengan bangga dan kegembiraan yang meluap serta kerinduan yang sangat, si anak segera pulang ke desanya.
Setiba di rumah, dia mengetuk berulangkali pintu rumahnya yang tertutup rapat. Dan sungguh tidak pernah diduga sama sekali, pertemuan dengan tetangganya ternyata membuat hatinya lumpuh seketika.
"Nak, ibumu setahun lalu telah meningal dunia. Maafkan kami tidak memberitahu karena ibumu meminta kami bersumpah untuk merahasiakannya. Semua sisa uang tabungan ibumu dititipkan ke kami untuk dikirimkan kepadamu setiap bulan dan dia pun meminta kami membalaskan surat-suratmu. Masih ada satu rahasia besar yang sebenarnya ayah ibumu sembunyikan darimu. Bahwa kamu sesungguhnya bukan anak kandung mereka. Walaupun kamu cacat dari bayi, mereka tidak peduli. Mereka tetap menyayangimu melebihi anak kandung sendiri."
Mendengar semua cerita tentang dirinya, duka yang mendalam tidak mampu diwujudkan dalam teriakan histeris. Hanya derasnya airmata yang mengalir tak terbendung.
Di depan makam kedua orangtuanya, sambil bersimbah air mata, si gadis bersujud dan mendoakan kebahagiaan orangtuanya.
Dan, demi mengenang dan mencurahkan rasa syukur yang besar atas kasih sayang dan pengorbanan kedua orangtuanya, lahirlah sebuah puisi yang sangat menyentuh, berjudul "Gan En De Xin" (Hati yang Penuh Syukur).
___________________

Informasi untuk teman-teman: kalian bisa menikmati puisi tersebut dalam wujud sebuah lagu, melalui CD (bonus) majalah LuarBiasa bulan Maret 2010! Dapatkan pula terjemahan bahasa Indonesia dan informasi singkat mengenai lagu tersebut. [Majalah LuarBiasa bisa didapatkan di AW Success Shop, serta toko-toko buku besar di kota Anda. Bila perlu keterangan lebih lengkap mengenai langganan dll, hub office di (021) 6339523.]
Teman-teman, semoga kisah ini dapat mengilhami kita untuk senantiasa bersyukur atas hidup yang kita jalani. Singkatnya, apa pun keadaan kita, apa pun kesedihan atau penderitaan yang tengah kita alami, bersyukurlah! Hanya orang yang mampu bersyukur, adalah orang yang kaya dalam arti kata sebenarnya. Setuju kan?
Salam sukses, luar biasa!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar