ARTIKEL YANG BERISI TENTANG MOTIVASI UNTUK DIRI,PENGUSAHA,PEKERJA DAN AGAMA TERKADANG HATI KITA PERLU DICERAHKAN DENGAN SENTUHAN KATA YANG MEMBANGKITKAN SEMANGAT KITA UNTUK MAJU DAN SUSKSES
Kamis, 07 Februari 2013
Setia Hingga Akhir Hayat
Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.
Sang suami
merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.
Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.
Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi.
Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri
“Kenapa Bu?”
Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”.
“Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati.
Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.
“Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya.
Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang,
kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.
Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….
Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan
setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam
“Terimakasih ya, Bu ”.
“Tidak, Ibu yang terimakasih sama Bapa, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu.
“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tau semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus.
Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri “Bapa kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pa, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa.
Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”
Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,
Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.
Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.
Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.
Ia telah pulang menghadap sang penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahyat terakhir.
Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.
“Subhanallah sungguh akhir perjalanan yang indah” gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada.
Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat kemesjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal.
Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,
Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.
Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak.
Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia berakhir,Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal,
Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”
Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri.. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapa sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."
Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman.
Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya….
Subhanallah..
mohon dengan ikhlas meng-klik "bagikan/share"
Agar bermanfaat bagi saudara mukmin yg lain.
Label:
BAHAGIA,
CERITA INSPIRATIF,
KESETIAAN,
KISAH MENARIK
Jumat, 01 Februari 2013
Asset Paling Berharga Dalam kehidupan Adalah WAKTU
| waktu aset paling berharga dalam kehidupan |
Betapa banyak waktu yang telah kita buang percuma. Mungkin satu atau
dua jam waktu luang yang terbuang dalam sehari tidak akan kita rasakan
dampak negatifnya. Namun jika dikumpulkan dalam setahun atau bahkan
dalam seumur hidup, akan sangat terasa, betapa kita telah melalui banyak
momen dengan hal yang tidak berguna. Waktu-waktu itu begitu cepat
berlalu dan tak dapat kembali lagi. Sedetikpun ia tak mau. Pada akhirnya
semua itu membuahkan penyesalan yang berkepanjangan. Kita hanya membawa
amal yang sedikit kehadapan-Nya.
Seorang ulama shalih bernama
Taubah bin ash-Shimmah biasa mengintrospeksi dirinya sendiri. Suatu hari
dia menghitung-hitung, selagi sudah berumur enam puluh tahun. Dia
menghitung-hitung hari-hari yang pernah dilewatinya, yaitu sebanyak
sebelas ribu hari lebih lima ratus hari. Tiba-tiba saja dia tersentak
dan berkata, “Aduhai celaka aku! Apakah aku harus bertemu Allah dengan
membawa sebelas ribu limaratus dosa?” Setelah itu dia langsung pingsan
dan seketika itu pula dia meninggal dunia. Pada saat itu orang-orang
mendengar suara, “Dia sedang meniti ke surga Firdaus.” (Lihat Kitab
Mukhtashar Minhajul Qashidin)
Sebagian orang terlalu banyak
berharap dengan amal yang sedikit, mudah-mudahan dapat masuk surga.
Mereka mengacu pada hadits qudsi yang berbunyi, “Aku berada dalam
sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Karena itu hendaklah dia menyangka
terhadap-Ku menurut kehendaknya.” Mengomentari hadits ini, Imam Ibnu
al-Qayyim dalam kitabnya, ad-Daa’ wad-Dawaa, mengemukakan, memang Allah
akan melaksanakan sangkaan hambanya. Namun tidak dapat diragukan bahwa
baik sangka hanya terjadi jika ada kebaikan. Orang yang berbuat kebaikan
adalah orang yang berbaik sangka kepada Allah, bahwa Dia akan membalas
kebaikannya dan tidak akan mengingkari janji-Nya serta akan menerima
taubatnya.
Bagi mereka yang menyadari sangat dekatnya kematian,
niscaya akan sangat menghargai waktu. Waktu kita yang berlalu dengan
sia-sia, hendaklah menjadi cambuk, agar kelak, dikemudian hari, tidak
melakukan hal yang serupa. Kita bertekad kuat untuk mengisi hari-hari
dengan amal yang berkualitas guna memperoleh pahala dan ganjaran yang
abadi. Bagi seorang yang kaya harta, maka ia akan berusaha untuk
mewakafkan kekayaannya dan mendarmabaktikan dirinya untuk dakwah dan
jihad fi sabilillah. Sedangkan bagi seorang penulis, ia akan menulis
buku yang bisa dibaca oleh setiap orang setelahnya dan senantiasa
beramal dengan pelbagai kebaikan. Dari karya-karyanya, banyak orang yang
dapat mengikuti jejak amalnya. Itulah manusia yang tidak pernah mati.
Betapa banyaknya manusia yang mati, namun pada hakikatnya mereka selalu
hidup.
Ulama-ulama besar seperti Imam al-Ghazali, Imam Ibnu
al-Jauzy, Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Hasan al-Banna karena ilmu yang
mereka miliki, ketekunan mereka dalam beribadah, keluhuran akhlak mereka
dan penghargaan mereka terhadap waktu. kewajiban yang ada lebih banyak
daripada waktu yang tersedia. Pernyataan ini bukan pernyataan yang
main-main, melainkan sebuah pernyataan yang keluar dari mulut seorang
insan yang “bergelut” dengan waktunya dan sadar akan pentingnya waktu.
Roger Garaudy sangat mengagumi ilmu yang dimiliki para ulama Islam,
yang sangat banyak itu, yang tidak dimiliki ilmuwan-ilmuwan Barat.
Kekagumannya itu membuatnya masuk Islam. Ya, ini sungguh luar biasa.
Siapapun orangnya, yang tentu saja masih berakal sehat, pasti akan
menyadari hal ini. Bagaimana mereka menguasai banyak ilmu pengetahuan
dalam usia mereka yang tergolong pendek? Inilah pertanyaan yang mesti di
jawab di sini.
Sedetik pun waktu tidak pernah mereka
sia-siakan. Kalaupun ada waktu yang terbuang percuma, mereka akan
menyesal dan berusaha dikemudian hari hal itu tidak terulang lagi.
Setiap hari, mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk
jiwa, raga, dan pikiran mereka. Ada seorang ulama yang menunggu
kedatangan gurunya dalam sebuah majelis, lantas kemudian ia isi waktu
luang itu dengan shalat sunah.
Imam Ibnu al-Jauzy pernah
kedatangan tamu yang membicarakan hal-hal yang tak berguna. Dia meladeni
mereka sembari menyerut pensil untuk menulis buku. Siang dan malam
beliau tidak henti-hentinya berpikir, menulis, mengajar dan membaca.
Imam Ibnu al-Jauzy pernah berkata, “Dari tanganku lahir dua ribu jilid
buku dan di tanganku juga telah bertaubat seratus ribu orang, dua puluh
ribu orang di antaranya masuk Islam.” Di antara karya-karyanya, Durratul
Ikliil 4 jilid, Fadhail al-Arab, al-Amstaal, al-Manfaat fi Madzahib
al-Arba’ah 2 jilid, al-Mukhtar min al-Asy’ar 10 jilid, at-Tabshirah 3
jilid, Ru’us al-Qawariir 2 jilid, Shaidul Khathir, Kitab al-Luqat (ilmu
kedokteran) 2 jilid, dan sebagainya.
Imam Ibnu Taimiyah adalah
seorang ulama yang waktunya tidak pernah luput dari berbuat kebaikan.
Hingga dipenjara sekalipun, ia tetap berusaha menulis, berceramah kepada
para napi, dan lain sebagainya. Beliau pernah berkata, “Apakah yang
akan diperbuat musuh-musuh terhadapku? Jika aku dipenjara, penjaraku
adalah khalwah. Jika aku diasingkan, pengasinganku adalah tamasya. Dan
jika aku dibunuh, kematianku adalah syahadah.” Sekalipun pena-penanya
disingkirkan oleh pemerintah tirani, dia tetap saja menulis walaupun
dengan arang.
Jika diberi umur yang panjang, niscaya mereka
akan terus menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Namun kenyataan tidaklah
terjadi demikian. Karena ilmu di dunia ini sangatlah banyak dan tak
mungkin umur manusia yang pendek, dapat menguasai semuanya, para ulama
akhirnya membuat pengurutan ilmu-ilmu apa saja yang “wajib” dikuasai
oleh kaum muslimin. Imam Ibnu Qudamah dalam bukunya berjudul Mukhtashar
Minhajul Qashidin mengomentari hadits yang berbunyi, “Mencari ilmu itu
wajib atas setiap orang muslim,” dengan mengatakan bahwa yang dimaksud
ilmu wajib di sini adalah ilmu muamalah hamba terhadap Tuhannya.
Muamalah yang dibebankan di sini meliputi tiga macam: Keyakinan dan
keimanan kepada Allah SWT, perbuatan amal shaleh dan apa yang harus
ditinggalkan karena dilarang Syariat Islam.
Kamis, 31 Januari 2013
SEBUAH DIALOG YG BAGUS SEKALI UNTUK KITA RENUNGKAN.

Dialog ini dibuka dengan Status Ayah Edy yg berbunyi:
”Coba sadari dan hitung, betapa banyaknya tuntutan orang tua pada anaknya; mulai dari rajin sekolah, rajin belajar, nilai tinggi, juara, tidak membantah, berprilaku baik, hormat pd orang tua dsb...dsb...”
Sementara....
"Anak kita tdk pernah meminta bnyk pd orang tuanya, hanya 1 aja; tolong berhenti Marah dan berikan aku CONTOH dan TELADAN bkn segudang nasehat"
Lalu diikuti dengan komentar menarik dari salah satu orang tua berikut ini:
Bagaimana kedudukan marah dlm pendidikan anak? boleh atau tidak? kalau boleh bgm caranya, kalau tdk apa alasan pedagogisnya...?
Terus apa beda tuntutan orgtua dg kewajiban anak, kalau orgtua menuntut ini dan itu kpd anak,apakah itu bukan sbh penunaian kewajiban.?
Lalu apakah ini dan itu yg dituntut orgtua bknkah kewajiban anak?mhn komentar ayah....?
Monday at 9:17am • Like • 1
BERIKUT KOMENTAR AYAH EDY
Komentar 1 Ayah Edy
Ibu yg baik hati, sebenarnya masalahnya bukan boleh atau tidak. Tapi siapa kah diantara kita yg suka dimarahi? apakah ibu suka jika dimarahi oleh suami misalnya?
Jika ibu tidak suka dimarahi maka janganlah memarahi, tapi gunakan cara lain yakni berdialog dan berdiskusi.
Ketahuilah oleh kita semua bahwa sesungguhnya Marah adalah tidak sehat secara mental bagi yg memarahi juga yg dimarahi.
Komentar 2 Ayah Edy
Seperti pada umumnya kita akan selalu ingat tuntutan orang tua pada anaknya, namun sayangnya sering lupa akan KEWAJIBAN ORANG TUA PADA ANAKNYA.
Orang tua kebanyakan berpikir bahwa kewajibannya hanya sekedar memberi sandang, pangan dan papan saja, padahal dalam setiap tuntutan itu akan selalu muncul kewajiban orang tua didalamnya. Kita tidak bisa hanya menuntut anak lalu berpangku tangan tanpa mau melakukan kewajiban kita padanya.
Jika kita orang tua banyak menuntut mestinya harus seimbang dengan melaksanakan banyak kewajiban.
Misalnya jika kita menuntut anak rajin belajar, harus juga berkewajiban membimbing dengan sabar dan rajin menemani anak saat ia belajar. Jika ibu menuntut agar anak tidak bermain game, maka ibu berkewajiban menciptakan permainan yg lebih sehat untuk dimainkannya bukan hanya menuntut untuk berhenti bermain, karena bermain adalah fitrah setiap anak.
Jadi jangan hanya bisa menuntut tapi tidak mau melaksanakan kewajiban sebagai orang yg dititipi amanah oleh Tuhan.
Hidup ini harus balance/seimbang. Jika ibu menuntut anak tidak berteriak2 maka ibupun berkewajiban berhenti meneriaki dan membentak anak. mau ?
Komentar 3 Ayah Edy
Selama ini yg ada hanya tuntutan orang tua kepada anak, supaya begini dan begitu. Nah melalui komunitas inilah kami berusaha menyuarakan tuntutan hati kecil seorang anak yg notabenenya merupakan KEWAJIBAN KITA SELAKU PARA ORANG TUA pada anak kita, agar kita segera sadar dan terasa lebih adil dan berimbang.
Saya yakin jika orang tua melaksanakan kewajiabanya dengan baik maka anakpun akan melakukan apa yg orang tuanya inginkan tanpa perlu di tuntut oleh orang tuanya.
Ingatlah selalu bahwa prilaku anak adalah cermin perilaku kita orang tuanya. plus pergaulan anak disekolahnya. (Buku 37 Kesalahan orang tua yg melahirkan prilaku buruk anak, Grasindo 2006)
Lalu disusul dengan 1 komentar orang tua sbb:
Rahmi Yuika Putri;
Saya dulu suka marah sm anak, tp setelah dg ikhlas menjalankan pelajaran dr ayah edi, alhamdulillah anak sy jadi anak baik budi tanpa di marahi, unk instropeksi diri tiap malam mnjelanh tidur sy mngajak anak mengingat2 kejadian seharian, apa hal2 yg sdh baik dilakukan dan apa hal2 yg kurang baik, kami bicarakan dan sm2 membuat kesepakatan hukuman dan hadiah bila kesahalan tsb behasil d hilangkan, pun klw sy salah anak berhak mngingatkn sy, dn sy ttp mnjalankan hukuman sperti kesepakatan kami, gk ada ortu yg gk prnah salah
Mari kita renungkan bersama.....
Label:
IBU,
KISAH MENARIK,
RENUNGAN,
WAJIB DIBACA
Minggu, 27 Januari 2013
Soal Tersulit... | Kisah Inspirasi
![]() |
| semua bisa sukses |
George
Danzing adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas, kala itu ia
terlambat untuk datang pada mata kuliah matematika. Ia memasuki kelas
namun ternyata teman-temannya sudah bubar.
Kemudian, George
melihat ada 2 buah soal pada papan tulis di depan ruangan kelas itu. Ia
berfikir bahwa itu pasti adalah PR yang baru diberikan profesornya.
Sehingga dia mencatat pada bukunya dan membawanya ke rumah.
Berhari-hari dia mencoba untuk menyelesaikan PR tersebut, berbagai cara ia coba.
Mungkin ia berfikir "TIDAK BIASANYA DOSEN MEMBERIKAN TUGAS DEMIKIAN SULITNYA, TAPI PASTI ADA JAWABANNYA, PASTI ADA.."
Pada akhirnya, ia berhasil mengerjakan soal nomer 1. Ia mengira itu
adalah PR sehingga ia mengumpulkan tugas tersebut pada profesornya dan
meletakan di ruang kerja profesor tersebut.
Ketika siang hari, dia
di cari oleh sang profesor tersebut. Sang profesor bertanya bagaimana
dia bisa menyelesaikan soal tersebut?.
George menjelaskan bahwa
ketika itu dia terlambat mengikuti mata kuliahnya dan dia kemudian
melihat 2 soal itu dipapan tulis dan menganggap bahwa itu (mungkin)
adalah PR.
Anda tahu jawaban dari sang profesor?
Soal itu
ditulis sang profesor ketika sedang menjelaskan tentang 2 buah soal
tersulit di mukabumi ini. Dan hingga kelasnya berakhir pada saat itu,
tidak ada satupun yang bisa memecahkannya!.
BERARTI, KALAU SAJA
SAAT ITU GEORGE MENGIKUTI MATA KULIAH TERSEBUT, MUNGKIN SAAT ITU IA
BERFIKIR BAHWA ITU MEMANG SOAL TERSULIT DAN BERFIKIR BAHWA MEMANG TAK
SEORANGPUN DAPAT MENYELESAIKANNYA. MUNGKIN SAJA IA BISA TERACUNI OLEH
KATA-KATA PROFESORNYA TENTANG SULITNYA SOAL ITU.
Saat ini ia
menjadi profesor terkenal di Stanford University, dialah pemecah soal
tersulit, dan dia memecahkan ketika dia memang tidak tahu bahwa yang
dikerjakannya adalah soal tersulit yang pernah ada.
**
Pesan moral :
Sesuatu hal/masalah akan terasa sulit apabila kita menganggap sulit,
maka alangkah baiknya kita memulai sesuatu tanpa anggapan sulit, karena
sesungguhnya hal sulit hanyalah sebuah anggapan.
Katakan BISA, untuk suatu hal apa-pun.!!
karena dengan ucapan BISA, akan menambah kekuatan untuk bertindak.!!
*Menurut anda Apa pelajaran yang bisa diambil dari cerita diatas.?
Sabtu, 26 Januari 2013
Suami Jadi Pengemis, dan Pengemis Jadi Suami
Ada sebuah kisah nyata yang diambil dari buku Qishasasu Muatsirat Lilfatayat karya Ahmad salim Badwilan.
Ada seorang wanita yang baru saja dipersunting menjadi istri oleh seorang laki-laki. Lazimnya tradisi di Timur Tengah, saat malam pertama sang istri menyiapkan hidangan pembuka bagi suami. Mereka berkumpul mesra di ruang makan.
Tiba-tiba, keduanya mendengar suara ketukan pintu. Sang suami menghentak dan berkata gusar, "Siapa tamu yang mengganggu ini?"
Berdirilah istri menuju pintu lalu bertanya dari balik pintu, "Siapa?".
Terdengar jawaban, "Saya adalah pengemis yang meminta sedikit makanan".
Si istri kemudian menyampaikan kepada suaminya, "Dia pengemis meminta sedikit makanan".
Marah si suami sembari berkata, "Hanya gara-gara pengemis ini istirahat kita terganggu apalagi kita sedang menikmati malam pertama?".
Si suami bergegas keluar dan langsung menghantam pengemis itu secara bertubi-tubi. Sesat kemudian, terdengar rintihan dan ringisan.
Si pengemis berlalu membawa rasa lapar dan luka yang memenuhi ruh, jasad dan kehormatannya.
Si suami kembali menemui istrinya di dalam kamar pengantin dengan hati yang penuh emosi karena gangguan yang terjadi barusan.
Sejurus kemudian, si suami terkena sesuatu menyerupai penyakit kesurupan, lalu dia merasa dunia menyempit dan menghimpitnya dengan keras. Lalu dia berlari keluar rumah dengan menjerit, meninggalkan istrinya yang ketakutan.
15 tahun berlalu...
Sang istri yang ditinggal suaminya ini mendapat pinangan lagi dari lelaki lain. Ia pun menerima dan mereka melangsungkan pernikahan.
Pada malam pertama, suami istri tersebut berkumpul didepan hidangan pembuka yang telah disajikan. Tiba-tiba keduanya mendengar suara ketukan pintu. Berkata suami kepada istrinya, "Pergilah bukakan pintu".
Si istri menuju pintu dan bertanya, "Siapa?".
"Pengemis meminta sesuap nasi", kata tamu tersebut.
Si istri menemui suaminya yang langsung menanyakan siapa tamu. Si istri berkata, "Pengemis meminta sesuap nasi".
Ilustrasi memberi makan pengemis / tuoitrenews.vn
Maka si suami berkata, "Panggil dia kemari dan siapkan seluruh makanan ini diruang tamu lalu persilahkan dia makan sampai kenyang".
Si istri bergegas menyiapkan hidangan, membukakan pintu lalu mempersilahkan pengemis itu untuk makan.
Si istri kembali menemui suaminya dengan menangis. Suaminya bertanya, "Ada apa denganmu?, Kenapa kamu menangis?, Apa yang terjadi?, Apakah pengemis itu menghinamu?"
Si istri menjawab dengan linangan air mata yang memenuhi matanya, "Tidak".
"Dia mengganggumu?", tanya suami.
"Tidak", jawabnya.
"Dia menyakitimu?", tanya suami.
"Tidak", jawabnya.
"Lalu kenapa engkau menangis?", tanya suami.
Si istri berkata, "Pengemis yang duduk di ruang tamumu dan menyantap hidanganmu adalah mantan suamiku lima belas tahun yang lalu. Pada malam penganti itu, ada pengemis datang dan suamiku memukulinya dengan keras. Setelah itu mantan suamiku kembali menemuiku dengan dada yang sempit. Aku menyangkanya dia terkena jin atau kesurupan. Dia lari meninggalkan rumah tanpa ada kabar sampai malam ini….Ternyata dia menjadi pengemis."
Si suami tiba-tiba menangis….
Istrinya bertanya, "Apa yang membuatmu menangis?"
"Taukah kamu siapa pengemis yang dipukul oleh mantan suamimu dulu?", kata suami.
"Siapa dia?", tanya sang istri.
"Sesungguhnya pengemis itu, aku….", suaminya menjelaskan.
Moral Cerita
Kita tak pernah tahu apa yang terjadi esok hari, bahkan satu jam atau satu detik ke depan. Roda hidup terus berputar. Tatkala kita menjalani hidup, maka apa yang kita tabur dan itulah yang kita tuai. Beberapa kepercayaan menyebutnya sebagai karma, sementara secara ilmiah inilah hukum aksi-reaksi.
Ketika kita berbuat jahat pada orang lain, maka Tuhan, yang menciptakan keseimbangan di alam semesta ini, menjalankan hukum aksi-reaksi tersebut pada diri kita. Maka, berbuatlah baik sekuat mungkin agar kita pun mendapat ganjaran setimpal dari kebaikan kita.
Di sisi lain, bagi kaum wanita, alangkah indah menjaga kehormatan dan menjadi istri, ibu yang baik bagi keluarga. Sang wanita pada kisah nyata di atas tetap berpegang pada hukum agama yang ia anut, untuk menjaga kehormatan dan kesetiaan pada suami.
Sementara para suami dan siapa pun lelaki yang kelak menjadi seorang suami, sebuah kehormatan bagi kaum pria menjadi kepala rumah tangga. Memberi teladan yang baik kepada istri dan anak-anak adalah semulianya ketundukan kepada ALLAH SWT. Termasuk memberi contoh kemurahan, kebaikan hati pada tetangga, dan sesama manusia. Maka, Insya Allah mendapat kebaikan yang sama.
Kamis, 24 Januari 2013
KELINCI TUA YG BIJAK DAN KEBEBASAN HIDUP SEJATI
Seekor kelinci muda menampakkan wajah gelisah ketika berada di sebuah
kandang. Walau daun-daun segar selalu tersedia setiapkali ia ingin
makan, kandang baginya sebuah penjara yang menghalanginya menikmati
kebebasan di luar sana. Kamu ingin bebas dari kandang ini, anakku? ucap
seekor kelinci tua tiba-tiba. Warna bulunya yang tidak lagi cerah,
menunjukkan kalau si pemilik suara itu sudah begitu lama mengenyam
kehidupan.
Tentu saja! Aku ingin bebas di luar sana! jawab si kelinci muda setelah menoleh ke arah kelinci tua.
Persahabatan dua kelinci itu memang tergolong baru. Ketika kelinci muda
dimasukkan ke kandang oleh sang pemilik, kelinci tua sudah ada di situ.
Ia tidak tahu persis, sudah berapa lama kelinci tua itu menetap di
kandang yang tak lebih baginya sebagai sebuah penjara.
Belum
lagi dua kelinci itu melanjutkan percakapannya, tangan sang pemilik
tiba-tiba menjulur ke kandang. Sepertinya, tangan itu hendak meraih
kelinci tua. Dan benar saja, sang kelinci tua berhasil terpegang setelah
sebelumnya menunjukkan penghindaran.
Tangan sang pemilik pun
mengeluarkan sang kelinci tua di sebuah rerumputan tak jauh dari
kandang. Tapi, kelinci tua itu tidak mau bergerak. Ia tetap diam.
Sepertinya, sang kelinci tua ingin kembali dimasukkan kedalam kandang.
Seperti memahami bahasa tubuh kelinci, sang pemilik pun kembali memasukkan kelinci tua kedalam kandang.
Aneh, kenapa bapak tidak memanfaatkan kesempatan untuk bebas? Apa bapak
lebih senang berada di sini daripada di luar sana? sergah sang kelinci
muda sesaat setelah kelinci tua kembali berada dalam kandang.
Anakku, ucap sang kelinci tua. Tidak selamanya kebebasan itu baik.
Justru, aku lebih aman berada dalam kandang ini daripada di luar sana!
lanjut sang kelinci tua.
Bapak takut berada di luar sana? Bukankah kita bisa berlari cepat jika ada yang membahayakan kita? tanya kelinci muda lagi.
Sebenarnya jawab kelinci tua. Aku lebih takut pada kebebasan diriku
sendiri daripada mangsa di luar sana. Karena bagiku, kebebasanlah yang
membuatku lengah dari berbagai bahaya. Dan kebebasan pula yang membuatku
menjadi bodoh untuk membedakan mana yang aman dan mana yang
membahayakan.
Sang Pemilik kehidupan memberikan kebebasan bagi
kita untuk memilih: mau bebas atau terpenjara dalam aturannya.
Sayangnya, tidak sedikit dari kita yang mampu melihat bahwa penjara itu
jauh lebih baik dari kebebasan.
Padahal, seperti yang diucapkan
sang kelinci tua, Kebebasanlah yang menjadikan diri bodoh untuk
membedakan mana yang aman, dan mana yang bahaya!
Dengan dalih
kebebasan tidak berjilbab, tidak mengaji, menghabiskan masa muda dengan
membiarkannya tanpa aturan, anak-anak yang mau bebas, istri dan suami
yang mau bebas tanpa arah, justru sering kita saksikan malah menimbulkan
kejahiliahan yang berakhir kepada mala petaka tercorengnya kehormatan.
Terpenjara disini ialah pilihan hidup dalam Syariat Allah bukan penjara
yg sebenarnya, malah hinalah budak dunia yang mau hidup bebas tanpa
arah, penjara ini sejatinya ialah hati yang terpisah dengan kebatilan.
Baik pendirian hati yg teguh memegang Agama
Penjara bisa berupa kisah nyata pemuda dalam Gua Al Kahfi, Gua Hira, dan hijrah memisahkan diri dari kegelapan kepada cahaya.
Bila kita berpedoman, Saya mau bebas menghamburkan harta, tanpa mau
berbagi, saya mau bebas bergaul tanpa membatasi diri, saya mau bebas
berdagang tanpa melihat halal dan haram, saya mau bebas menjalani
kehidupan tanpa aturan dan dalih kebebasan lainnya diluar Islam, maka
yang ada ia meninggalkan petunjuk.
Islam adalah cahaya yang
dibawa Rosulullah SAW adalah kebebasan sejati, dari penghambaan kepada
dunia dan manusia menuju cahaya penghambaan kepada Allah SWT. Syiarkan
Islam dan genggamlah kepada semua kalangan, tanpa terkecuali itulah
tugas kita sebagai khalifah didunia ini. Dunianya Allah SWT sebagai
tempat menguji hamba-hamba-Nya genggamlah Quran dan Sunnah Rosulullah
agar kita tidak tersesat.
Selasa, 22 Januari 2013
Kisah Inspirasi Penjual Tomat
![]() |
| kisah penjual tomat |
Alkisah
ada seorang laki-laki pengangguran yg melamar pekerjaan dgn posisi
sebagai 'office boy' di Microsoft. Manajer SDM pun mewawancarainya,
"Silahkan isi alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi
untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja."
Kata sang Manajer.
"Tapi sy tidak punya komputer, bahkan email '. "Maafkan aku", Pria itu menjawab,
jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tdk memenuhi
persyaratan untuk bisa diterima di perusahaan ini. " kata manajer.
Orang itu sangat sedih sekali, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan,
dengan hanya memiliki uang $ 10 di saku. Lalu kemudian ia memutuskan
untuk pergi ke pasar dan membeli 10 kg Tomat. Dia kemudian menjual
kembali tomat itu dgn berkeliling dari rumah ke rumah. Dalam waktu
kurang dari dua jam, dia ternyata berhasil melipatgandakan modalnya.
Keesokan harinya ia mengulangi penjualannya dgn berkeliling dan pulang
dengan uang $ 60. Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup
dengan berjualan tomat dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat setiap
hari dan sering pulang larut malam mendagangkan jualannya. Hari demi
hari uang keuntungan yg didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat
dalam penjualannya sehari-hari. Tak lama, ia bisa membeli mobil, lalu
truk dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.
5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer
terbesar di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan
keluarganya dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa. Dia memanggil
broker asuransi dan memilih rencana perlindungan. Ketika percakapan
terjadi, "broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk
keperluan asuransi.
Pria itu menjawab, "Aku tidak punya email."
Broker itu pun menjawab lg dgn penuh rasa keingintahuan"
'Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah
imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa
terjadi jika Anda memiliki email.!? "
Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, "Ya, aku akan menjadi seorang `Office Boy` di Microsoft.!!"
=======================
Renungan:
"Jangan pernah berhenti berusaha dan jangan menyerah karena gagal"
Ketika satu pintu tertutup, pintu yg lain di bukakan.
Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama sehingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.
Silahkan Share/Bagikan jika anda suka cerita diatas.
Langganan:
Postingan (Atom)


